China Temukan Virus Corona pada Kemasan Makanan, Mungkinkah Menular?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 19 September 2020 | 12:10 WIB
China Temukan Virus Corona pada Kemasan Makanan, Mungkinkah Menular?
Ilustrasi frozen food. [ElasticComputeFarm/Pixabay]

Suara.com - China memutuskan untuk menghentikan impor produk makanan laut atau seafood dalam kemasan beku dari Indonesia. Kebijakan itu dilakukan setelah mereka menemukan jejak virus corona Covid-19 pada kemasan makanan tersebut.

Kantor bea cukai China menyatakan bahwa otoritas pemerintah telah menemukan partikel virus corona pada kemasan hairtail beku. Karena itu, untuk sementara China menghentikan pembelian produk seafood dari PT Putri Indah selama sepekan ke depan.

Sebenarnya, kekhawatiran tentang risiko penularan virus corona Covid-19 melalui kemasan sudah ada sejak beberapa bulan lalu.

Selain kemasan makanan beku, banyak orang mengkhawatirkan risiko penularan virus corona melalui kemasan makanan lain di supermarket ketika berbelanja.

Tapi, apakah benar kemasan makanan berisiko menularkan virus corona?

Ilustrasi seafood (shutterstock)
Ilustrasi seafood (shutterstock)

Secara teori, seperti dilansir dari BBC, virus corona Covid-19 bisa menular dari bahan kemasan. Studi berbasis laboratorium telah menunjukkan bahwa virus bisa bertahan selama berjam-jam pada bahan kemasan, seperti karton dan plastik.

Apalagi, virus lebih stabil pada suhu yang lebih rendah. Namun, beberapa ilmuwan masih mempertanyakan hasil temuannya bisa direplikasi di luar laboratorium atau tidak.

Dr Julian Tang, profesor ilmu pernapasan di University of Leicester, mengatakan bahwa di dunia luar, kondisi lingkungan berubah cepat. Artinya, virus corona Covid-19 tidak akan bertahan lama.

Emanuel Goldman, profesor mikrobiologi di Rutgers University juga menunjukkan bahwa studi laboratorium menggunakan sampel hingga 10 juta partikel virus corona.

Ternyata, tetesan aerosol ke permukaan ketika bersin atau batuk bisa membawa sekitar 100 partikel virus corona Covid-19.

Menurut Emanuel, kemungkinan penularan virus corona melalui permukaan benda mati sangat kecil, termasuk permukaan.

Hanya saja, ada pengecualian ketika seseorang bersin atau batuk dan mengontaminasi permukaan, lalu orang lain menyentuh permukaan itu dalam kurun waktu 2 jam. Jika begitu, penularan virus corona Covid-19 melalui permukaan yang terkontaminasi mungkin saja terjadi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan ada kemungkinan seseorang bisa tertular virus corona Covid-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi. Meski begitu, itu bukanlah cara utama penyebaran virus corona Covid-19.

Risiko penularan umumnya didasarkan pada asumsi bahwa pekerja di pabrik pengemasan makanan mungkin menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Lalu, mereka menyentuh mata, hidung dan mulut tanpa mencuci tangan dahulu.

Oleh karena itu, para ilmuwan tidak menganggap ini sebagai jalur utama pada sebagian besar kasus penularan virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Gizi di Negeri Kaya: Panganan Segar Melimpah, Tapi Produk Kemasan Jadi Jalan Pintas

Ironi Gizi di Negeri Kaya: Panganan Segar Melimpah, Tapi Produk Kemasan Jadi Jalan Pintas

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 15:46 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

Serum Wajah Digunakan Setiap Hari, Ini Alasan Higienitas Tak Boleh Diabaikan

Serum Wajah Digunakan Setiap Hari, Ini Alasan Higienitas Tak Boleh Diabaikan

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:58 WIB

Gonta-ganti Kemasan dan Lingkaran Mati Konservasi Lingkungan

Gonta-ganti Kemasan dan Lingkaran Mati Konservasi Lingkungan

Your Say | Rabu, 07 Januari 2026 | 08:00 WIB

4 Fakta Buba Tea Bali yang Viral Jual Matcha Infus, Harga Mulai Rp190 Ribu

4 Fakta Buba Tea Bali yang Viral Jual Matcha Infus, Harga Mulai Rp190 Ribu

Lifestyle | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:03 WIB

Daftar Harga Menu Buba Tea Bali: Viral Jual Matcha Kemasan Infus

Daftar Harga Menu Buba Tea Bali: Viral Jual Matcha Kemasan Infus

Lifestyle | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:07 WIB

Apa Itu Infus D5? Viral Kemasannya Diduga Dipakai Jual Matcha di Bali

Apa Itu Infus D5? Viral Kemasannya Diduga Dipakai Jual Matcha di Bali

Lifestyle | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:51 WIB

Jangan Buang Sembarangan! Begini Cara Cerdas Kelola Resi dan Kemasan Paket

Jangan Buang Sembarangan! Begini Cara Cerdas Kelola Resi dan Kemasan Paket

Lifestyle | Selasa, 11 November 2025 | 17:25 WIB

Penyeragaman Kemasan Dinilai Bisa Picu 'Perang' antara Rokok Legal dan Ilegal

Penyeragaman Kemasan Dinilai Bisa Picu 'Perang' antara Rokok Legal dan Ilegal

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:57 WIB

Kemenperin Sebut Penyeragaman Kemasan Rokok Berisiko Jadi Hambatan Perdagangan

Kemenperin Sebut Penyeragaman Kemasan Rokok Berisiko Jadi Hambatan Perdagangan

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB