Studi: Tidak Semua Pola Makan Vegetarian Sehat, Mengapa?

Irwan Febri Rialdi | Fita Nofiana
Studi: Tidak Semua Pola Makan Vegetarian Sehat, Mengapa?
Ilustrasi vegetarian (shutterstock)

Sebuah studi menunjukkan bahwa pola makan vegetarian tak melulu sehat.

Suara.com - Sebuah studi menyatakan bahwa tidak semua pola makan ala vegetarian sesehat yang banyak orang pikirkan. Studi ini telah dipresentasikan dalam Kongres European Society of Cardiology (ESC) 2020. 

"Penelitian kami menyoroti kualitas nutrisi variabel dari makanan nabati," kata penulis Dr. Matina Kouvari dari Harokopio University, Athena, Yunani seperti yang dikutip dari Science Daily. 

"Temuan ini lebih terbukti pada wanita. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa wanita cenderung makan lebih banyak makanan nabati dan lebih sedikit produk hewani daripada pria. Tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa ini tidak menjamin pilihan makanan yang lebih sehat dan berefek pada kesehatan," imbuhnya. 

Melansir Science Daily, produk nabati yang sehat adalah makanan yang paling sedikit diproses, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan teh atau kopi. 

Baca Juga: Waspada Pola Makan yang Tak Sehat Bisa Berefek pada Kesehatan Mental

Sementara produk nabati yang tidak sehat terdiri dari jus, minuman manis, biji-bijian olahan, kentang, dan segala jenis manisan.

Studi tersebut meneliti hubungan antara jumlah dan kualitas makanan nabati dan kesehatan jantung selama periode 10 tahun. Dalam satu dekade, hampir setengah dari peserta obesitas telah mengembangkan tekanan darah tinggi, lipid darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Pria yang mengonsumsi lebih banyak makanan nabati cenderung mengalami penurunan risiko masalah kesehatan kesehatan. Namun, kondisi ini tidak terlalu berpengaruh pada peserta perempuan.

Ilustrasi diet vegetarian. (Shutterstock)
Ilustrasi diet vegetarian. (Shutterstock)

Mengenai kualitas makanan nabati, pilihan yang lebih sehat dikaitkan dengan menjaga tekanan darah normal, lipid darah, dan gula darah.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan nabati yang tidak sehat dikaitkan dengan pengembangan tekanan darah tinggi, lipid darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Baca Juga: Dokter Inggris Bikin Tes yang Bisa Deteksi Pola Makan Sehat bagi Tubuh

Perempuan dilaporkan mengkonsumsi lebih bayak jenis nabati tidak sehat. Oleh karena itu, perempuan dalam penelitian ini tidak mengalami penurunan risiko masalah kesehatan secara signifikan. 

"Makan lebih sedikit daging bermanfaat untuk kesehatan jantung, terutama bila diganti dengan makanan nabati bergizi seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun," kata Dr. Kouvari.

Dia mencatat bahwa analisis dilakukan pada individu yang mengalami obesitas dan temuannya tidak bisa digeneralisasi ke kategori orang dengan normal atau kecil. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS