Studi: Tidak Semua Pola Makan Vegetarian Sehat, Mengapa?

Irwan Febri Rialdi, Fita Nofiana

Minggu, 20 September 2020 | 21:50 WIB
Studi: Tidak Semua Pola Makan Vegetarian Sehat, Mengapa?
Ilustrasi vegetarian (shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menyatakan bahwa tidak semua pola makan ala vegetarian sesehat yang banyak orang pikirkan. Studi ini telah dipresentasikan dalam Kongres European Society of Cardiology (ESC) 2020. 

"Penelitian kami menyoroti kualitas nutrisi variabel dari makanan nabati," kata penulis Dr. Matina Kouvari dari Harokopio University, Athena, Yunani seperti yang dikutip dari Science Daily. 

"Temuan ini lebih terbukti pada wanita. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa wanita cenderung makan lebih banyak makanan nabati dan lebih sedikit produk hewani daripada pria. Tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa ini tidak menjamin pilihan makanan yang lebih sehat dan berefek pada kesehatan," imbuhnya. 

Melansir Science Daily, produk nabati yang sehat adalah makanan yang paling sedikit diproses, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan teh atau kopi. 

Sementara produk nabati yang tidak sehat terdiri dari jus, minuman manis, biji-bijian olahan, kentang, dan segala jenis manisan.

Studi tersebut meneliti hubungan antara jumlah dan kualitas makanan nabati dan kesehatan jantung selama periode 10 tahun. Dalam satu dekade, hampir setengah dari peserta obesitas telah mengembangkan tekanan darah tinggi, lipid darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Pria yang mengonsumsi lebih banyak makanan nabati cenderung mengalami penurunan risiko masalah kesehatan kesehatan. Namun, kondisi ini tidak terlalu berpengaruh pada peserta perempuan.

Ilustrasi diet vegetarian. (Shutterstock)
Ilustrasi diet vegetarian. (Shutterstock)

Mengenai kualitas makanan nabati, pilihan yang lebih sehat dikaitkan dengan menjaga tekanan darah normal, lipid darah, dan gula darah.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan nabati yang tidak sehat dikaitkan dengan pengembangan tekanan darah tinggi, lipid darah tinggi, dan gula darah tinggi.

baca juga

Perempuan dilaporkan mengkonsumsi lebih bayak jenis nabati tidak sehat. Oleh karena itu, perempuan dalam penelitian ini tidak mengalami penurunan risiko masalah kesehatan secara signifikan. 

"Makan lebih sedikit daging bermanfaat untuk kesehatan jantung, terutama bila diganti dengan makanan nabati bergizi seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun," kata Dr. Kouvari.

Dia mencatat bahwa analisis dilakukan pada individu yang mengalami obesitas dan temuannya tidak bisa digeneralisasi ke kategori orang dengan normal atau kecil. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zodiak Kesehatan Hari Ini, Minggu 20 September 2020: Aries Kurangi Es Krim

Zodiak Kesehatan Hari Ini, Minggu 20 September 2020: Aries Kurangi Es Krim

Health | Minggu, 20 September 2020 | 11:55 WIB

Mudahkan Warga Aceh Berobat, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Pandawa

Mudahkan Warga Aceh Berobat, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Pandawa

Sumut | Minggu, 20 September 2020 | 10:39 WIB

Buah Pencegah Rambut Rontok dan 4 Berita Kesehatan Menarik Hari Ini

Buah Pencegah Rambut Rontok dan 4 Berita Kesehatan Menarik Hari Ini

Health | Sabtu, 19 September 2020 | 19:03 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×