Tak Mau Transparan, Keamanan Vaksin Virus Corona AstraZeneca Diragukan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 21 September 2020 | 18:10 WIB
Tak Mau Transparan, Keamanan Vaksin Virus Corona AstraZeneca Diragukan
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - AstraZeneca mengungkapkan rincian uji coba vaksin virus corona yang besar pada hari Sabtu. Perusahaan obat itu kini tengah dalam sorotan untuk lebih transparan tentang bagaimana mereka menguji produk yang merupakan harapan terbaik dunia untuk mengakhiri pandemi.

Jajak pendapat menemukan orang Amerika semakin waspada menerima vaksin virus corona.Demikian seperti dilansir dari Times of India. 

Para ilmuwan di dalam dan di luar pemerintah khawatir bahwa regulator, yang ditekan oleh presiden untuk mendapatkan hasil sebelum Hari Pemilu, mungkin merilis vaksin yang tidak terbukti atau tidak aman.

“Pelepasan protokol ini tampaknya mencerminkan beberapa tekanan publik untuk melakukannya,” kata Natalie Dean, seorang ahli biostatistik dan ahli dalam desain uji klinis untuk vaksin di University of Florida.

Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

"Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kepercayaan publik adalah bagian besar dari keberhasilan upaya ini."

Para ahli sangat prihatin dengan uji coba vaksin AstraZeneca, yang dimulai pada bulan April di Inggris. Hal itu karena penolakan perusahaan untuk memberikan rincian tentang penyakit saraf yang serius pada dua peserta, keduanya perempuan yang menerima vaksin eksperimentalnya di Inggris.

Kasus-kasus tersebut mendorong perusahaan untuk menghentikan uji cobanya kedua kalinya awal bulan ini. Studi tersebut telah dilanjutkan di Inggris, Brasil, India, dan Afrika Selatan, tetapi sedang dihentikan sementara di Amerika Serikat.

Sekitar 18.000 orang di seluruh dunia telah menerima vaksin AstraZeneca sejauh ini.

Untuk menentukan dengan keyakinan statistik apakah perusahaan telah memenuhi target, harus ada 150 orang yang terinfeksi virus corona di antara peserta yang divaksinasi atau menerima suntikan plasebo.

Namun rencananya, safety board akan melakukan analisis dini setelah baru 75 kasus. Jika vaksin tersebut 50 persen efektif pada saat itu, perusahaan mungkin dapat menghentikan uji coba lebih awal dan mengajukan izin dari pemerintah untuk merilis vaksin untuk penggunaan darurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian WHO: Penyakit Jantung dan Diabetes Bikin Covid-19 Tambah Parah

Penelitian WHO: Penyakit Jantung dan Diabetes Bikin Covid-19 Tambah Parah

Health | Senin, 21 September 2020 | 15:09 WIB

2 Pegawai Positif Corona, Kantor Bappeda Bogor Ditutup dan WFH 1 Pekan

2 Pegawai Positif Corona, Kantor Bappeda Bogor Ditutup dan WFH 1 Pekan

Jakarta | Senin, 21 September 2020 | 14:54 WIB

Tak Pernah Dilibatkan Bikin Aturan PSBB DKI, DPRD Bakal Usulkan Perda

Tak Pernah Dilibatkan Bikin Aturan PSBB DKI, DPRD Bakal Usulkan Perda

News | Senin, 21 September 2020 | 14:39 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB