Array

Awas, Mudah Marah Bisa Jadi Gejala Awal Demensia Vaskular!

Selasa, 22 September 2020 | 15:29 WIB
Awas, Mudah Marah Bisa Jadi Gejala Awal Demensia Vaskular!
ilustrasi marah, kesal (shutterstock)

Suara.com - Demensia vaskular adalah salah satu bentuk penyakit otak yang paling umum nomor dua. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak.

Alzheimer Support's, sebuah lembaga yang berfungsi mendukung penderita alzheimer ini juga menyampaikan demensia vaskular bisa disebabkan oleh serangkaian stroke ringan (TIA) atau stroke.

Salah satu gejala demensia vaskular adalah seseorang biasanya menjadi lebih emosional atau mudah marah. Sebab, bagian otak yang berfungsi mengatur fokus, memori dan bahasa terpengaruh oleh penyakit ini.

Tanda-tanda lain dari demensia vaskular termasuk masalah ingatan dan sering salah meletakkan barang. Selain itu, penderita juga mungkin kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mengidentifikasi sesuatu.

Misalnya, lupa meletakkan benda yang biasa digunakan sehari-hari di rumah, seperti remote TV, telepon rumah atau lainnya.

Ilustrasi perempuan demensia, alzheimer (shutterstock)
Ilustrasi perempuan demensia, alzheimer (shutterstock)

Penderita demensia vaskular mungkin juga jauh lebih lambat dalam berpikir dan menjadi disorientasi, terutama ketika berada jauh dari lingkungan yang dikenalnya. Penderita demensia jenis ini juga mungkin mengalami kesulitan berjalan.

Kerusakan otak yang menyebabkan demensia vaskular tidak bisa dipulihkan, tetapi seseorang masih bisa memperlambat perkembangan penyakit ini.

Caranya, minum obat untuk mengatasi kondisi kesehatan yang bisa memicu demensia vaskular. Adapun masalah kesehatan yang bisa memicu demensia vaskular adalah tekanan darah tinggi, diabetes atau masalah jantung.

Anda juga disarankan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan olahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Baca Juga: Waspada! Terlalu Sedikit atau Kebanyakan Tidur Berisiko pada Kesehatan Otak

Perawatan rehabilitasi mungkin juga diperlukan penderita demensia, seperti fisioterapi, terapi okupasi dan terapi wicara.

Alzheimer's Reseacrh UK telah mencari tahu bagaimana pemindaian otak bisa membantu mendiagnosis demensia vaskular.

Karena, pemindaian CT (computerized tomography) atau MRI (magnetic resonance imaging) dapat mendeteksi pembuluh darah yang mengeras di otak.

"Satu dari lima orang yang mengalami stroke akan mengembangkan demensia," jelas Alzheimer's Research UK dikutip dari Express.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI