Makan Sayuran Fermentasi Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 22 September 2020 | 18:58 WIB
Makan Sayuran Fermentasi Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Kok Bisa?
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Kekebalan tubuh yang kuat sangat diperlukan di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini. Sayangnya, beberapa orang mungkin memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan sedang mencari cara untuk meningkatkannya.

Sebuah penelitian telah mengaitkan konsumsi sayuran fermentasi seperti kubis, yang bisa menurunkan risiko terinfeksi virus corona Covid-19 parah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penelitian yang dilansir dari Mirror UK itu telah mengaitkan makan sayuran yang difermentasi dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat virus corona Covid-19.

Ilmuwan gastrointestinal klinis Dr Anthony Hobson menjelaskan usus adalah organ kekebalan terbesar dan berada di garda terdepan dalam melindungi tubuh dari sejumlah jenis bakteri serta virus.

Karena itu, seseorang perlu memiliki bakteri baik dalam jumlah banyak dengan mengonsumsi beragam jenis makanan. Dalam hal ini, sayuran fermentasi kaya akan bakteri probiotik yang meningkatkan kesehatan usus dan respons kekebalan tubuh.

Ilustrasi sayuran (Unplash/Anna Kaminova)
Ilustrasi sayuran (Unplash/Anna Kaminova)

Kekebalan tubuh yang kuat ini sangat penting, terlebih ketika musim dingin karena bisa meningkatkan risiko penularan virus corona. Selain mengonsumsi sayuran fermentasi, Anda juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dengan 5 cara berikut ini.

1. Sabun

Pallav Shah, Profesor Pengobatan Pernapasan di Imperial College London menjelaskan bahwa mencuci tangan pakai sabun dan air sangat efektif mengurangi risiko infeksi virus corona Covid-19.

Sebuah studi dari University College London menunjukkan bahwa mencuci tangan 6 sampai 10 kali sehari bisa mengurangi risiko penularan virus corona Covid-19 hingga sepertiga. Jika Anda tidak bisa cuci tangan, gunakanlah pembersih tangan atau hand sanitizer.

2. Menghilangkan stres

Peneliti Amerika Serikat telah menemukan efek stres akut akibat masa isolasi mandiri atau di rumah aja selama pandemi virus corona Covid-19. Mereka melihat banyak orang yang mengalami stres kardiomiopati atau sindrom patah hati.

Kondisi itu merupakan respons yang ekstrem. Tetapi, stres psikologis juga dikaitkan dengan risiko penyakit menular yang lebih besar, termasuk pilek.

Karena itu, Anda perlu mengelola dan menghilangkan stres dengan olahraga teratur, konsumsi makanan seimbang, hindari lakohol dan cukup tidur.

3. Suplemen

Penelitian telah menunjukkan kekurangan vitamin D bisa meningkatkan kerentanan infeksi saluran pernapasan. Public Health England merekomendasikan semua orang mengonsumsi suplemen 10 mcg setiap hari ketika kurangnya paparan sinar matahari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengosongkan Kursi Tengah Pesawat Tak Bantu Cegah Covid-19, Ini Sebabnya!

Mengosongkan Kursi Tengah Pesawat Tak Bantu Cegah Covid-19, Ini Sebabnya!

Health | Selasa, 22 September 2020 | 16:07 WIB

Corona Makin Ganas, Total 252 Ribu Lebih Warga Indonesia Positif Terjangkit

Corona Makin Ganas, Total 252 Ribu Lebih Warga Indonesia Positif Terjangkit

News | Selasa, 22 September 2020 | 15:26 WIB

Jika Sembuh dari Covid-19, Ini 5 Gejala yang Bisa Bertahan Sebulan!

Jika Sembuh dari Covid-19, Ini 5 Gejala yang Bisa Bertahan Sebulan!

Health | Selasa, 22 September 2020 | 14:32 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB