alexametrics

Terungkap, Keluhan Umum yang Dialami Pasien Covid-19 Meski Sudah Sembuh

Bimo Aria Fundrika
Terungkap, Keluhan Umum yang Dialami Pasien Covid-19 Meski Sudah Sembuh
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Beberapa membutuhkan rawat inap di mana akibatnya bisa fatal, sementara yang lain dapat pulih di rumah.

Suara.com - Saat wabah Covid-19 berlanjut, banya ilmuwah telah mempelajari bahwa orang mengalami penyakit secara berbeda. Beberapa membutuhkan rawat inap di mana akibatnya bisa fatal, sementara yang lain dapat pulih di rumah.

Tetapi menurut penelitian baru yang dipresentasikan pada konferensi tentang Covid-19 yang diselenggarakan oleh European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases, ada satu faktor kunci yang dialami oleh banyak pasien Covid-19, ringan dan parah - kelelahan yang terus-menerus.

Seperti dilansir dari Health24, karena semakin banyak orang pulih dari Covid-19, beberapa mengalami keluhan masalah pasca infeksi, kata para peneliti.

“Kelelahan adalah gejala umum pada mereka yang datang dengan gejala infeksi Covid-19. Sementara ciri-ciri yang muncul dari infeksi SARS-CoV-2 telah dicirikan dengan baik, konsekuensi jangka menengah dan jangka panjang dari infeksi tersebut masih belum diteliti,” jelas Dr Liam Townsend. , penulis studi utama dari St James's Hospital dan Trinity Translational Medicine Institute, Trinity College, Dublin, Irlandia.

Baca Juga: Ajak Lawan Covid-19, Edy Rahmayadi: Kalianlah Perpanjangan Tangan

Ilustrasi kelelahan. (Shutterstock)

Ia mengungkapkan bahwa secara khusus, kekhawatiran telah dikemukakan bahwa SARS-CoV-2 berpotensi menyebabkan kelelahan yang terus-menerus, bahkan setelah mereka yang terinfeksi pulih dari Covid-19.

"Dalam penelitian, kami menyelidiki apakah pasien yang sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 tetap ada. kelelahan setelah pemulihan fisik mereka, dan untuk melihat apakah ada hubungan antara kelelahan parah dan berbagai parameter klinis. Kami juga memeriksa persistensi penanda penyakit di luar resolusi klinis infeksi, "kata Dr Townsend.

Para peneliti menggunakan skala yang disebut Skor Kelelahan Chalder untuk menyelidiki kelelahan pada 128 pasien Covid-19 yang pulih.

Mereka menemukan bahwa lebih dari setengah pasien melaporkan kelelahan yang terus-menerus setelah pemulihan mereka.

Kelelahan menyerang, tidak peduli seberapa ringan atau parah penyakitnya

Baca Juga: Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Masuk Uji Coba Fase 3

Para peneliti menemukan bahwa meskipun 55 persen pasien dalam penelitian ini dirawat di rumah sakit, kelelahan mempengaruhi kasus ringan dan berat secara merata, dan tidak ada hubungan antara keparahan Covid-19 dan kelelahan.

Komentar