Dibanding Double Espresso, Kopi Susu Lebih Ramah untuk Lambung

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 26 September 2020 | 14:33 WIB
Dibanding Double Espresso, Kopi Susu Lebih Ramah untuk Lambung
Ilustrasi kopi susu. (Shutterstock)

Suara.com - Kafein pada kopi memang kerap jadi musuh bagi lambung, terlebih bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Itu sebabnya, sebelum minum kopi, para penderita GERD ini harus memastikan dulu kalau lambungnya dalam kondisi tidak ada keluhan.

Tapi ternyata semua juga bergantung pada jenis minuman kopinya, seberapa banyak terkandung kadar kafein di dalamnya. Kopi ada berbagai jenis dan variannya, jadi kita boleh bertanya lebih dulu seberapa kuat kandungan kafein dalam minuman tersebut.

"Jadi sekali lagi, kesehatan itu berhubungan dengan tingginya kandungan dari kafein, makanya harus dipelajari dulu berapa sih komponen dari kafein," ujar dokter spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam dalam diskusi IG live beberapa waktu lalu.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu berkata bahwa kadar toleransi tubuh terhadap kafein maksimal 150 miligram total dalam sehari. Biasanya, jenis kopi double espresso kandungan kafeinnya lebih tinggi dibanding yang single. Dan ternyata, jika dicampur susu bisa lebih menetralkan dampak dari kafein ke tubuh.

"Terus terang saja, susu ini bisa menetralkan, jadi pelapis dari dampak kafein. Jadi saya pun kadang memilih untuk mengkonsumsi kopi dicampur susu dibanding kopi yang memang murni kopi saja," ungkapnya.

Campuran susu pada kopi bisa menjadi pelapis dinding lambung yang rusak akibat sifat agresif atau sifat merusak dari kafein di dinding lambung.

Lalu, bagaimana dengan kopi yang dicampur kandungan herbal seperti jahe atau kunyit? Menurut Prof. Ari, bergantung pada keluhan yang dialami setelah meminumnya.

Jika tidak bermasalah, tidak mual atau diare, maka boleh melanjutkannya, karena kadar toleransi setiap orang berbeda-beda.

"Kalau di lambung kita enggak ada masalah, ya silakan saja bisa digunakan. Tapi sekali lagi, ketika kita mempunyai permasalahan pada lambung, ya kita harus hati-hati mengkonsumsi kopi yang mengandung asam lambung, artinya bisa merangsang timbulnya asam lambung tadi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Beri Tips Cara Cegah Lapisan Dinding Lambung Menipis Akibat Kafein

Dokter Beri Tips Cara Cegah Lapisan Dinding Lambung Menipis Akibat Kafein

Health | Sabtu, 26 September 2020 | 10:34 WIB

Minum Kopi Hingga 1 Liter Setiap Hari, Risikonya Penyakit Jantung

Minum Kopi Hingga 1 Liter Setiap Hari, Risikonya Penyakit Jantung

Banten | Jum'at, 25 September 2020 | 21:20 WIB

Penderita GERD Boleh Minum Kopi Setiap Hari, Tapi Ada Syaratnya!

Penderita GERD Boleh Minum Kopi Setiap Hari, Tapi Ada Syaratnya!

Health | Jum'at, 25 September 2020 | 19:30 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB