Tenggorokan Sakit Saat Pakai Masker, Bisa Jadi Ini Sebabnya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 30 September 2020 | 19:25 WIB
Tenggorokan Sakit Saat Pakai Masker, Bisa Jadi Ini Sebabnya
Ilustrasi mengenakan masker. [Shutterstock]

Suara.com - Untuk mencegah risiko infeksi virus corona, memakai masker sepertinya merupakan pertahanan terbaik untuk saat ini. Ini menghentikan virus yang melayang di udara memasuki saluran pernapasan kita dan menyebabkan infeksi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa masker dapat mengurangi risiko penularan hingga 50 persen. Itu sebabnya orang diinstruksikan untuk memakai topeng sebelum keluar rumah.

Namun, banyak orang mengeluhkan wabah jerawat, kecemasan, kacamata berkabut karena penggunaan masker yang berkepanjangan. Belakangan ada tambahan baru dalam daftar tersebut dan itu adalah sakit tenggorokan.

Lantas apa sebabnya? Berikut ini sebabnya seperti dilansir dari Times of India.

Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]
Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]

Kita semua sangat menyadari bahwa untuk menjaga kebersihan, kita harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan kita. Namun kebanyakan dari kita melakukan kesalahan dengan tidak mencuci masker secara rutin untuk mengurangi risiko terpapar kuman dan bakteri.

Akibatnya, bakteri, virus, debu, dan alergen yang menumpuk di masker bisa menyebabkan sakit tenggorokan. Partikel ini cenderung berada di masker saat Anda menggunakannya tanpa dicuci dalam waktu lama.

Partikel kecil berpindah ke tenggorokan, menyebabkan iritasi dan ketegangan. Orang dengan kekebalan lemah dan alergi terhadap debu atau partikel serbuk sari lebih rentan terhadap reaksi ini.

Selain itu, ketika orang memakai topeng, mereka harus berbicara lebih keras agar orang lain dapat mendengarnya dengan jelas. Hal ini juga dapat membuat tenggorokan tegang, yang menyebabkan iritasi.

Mencuci masker sama pentingnya dengan mencuci tangan. Setelah digunakan, cuci masker dengan air hangat dan sabun. Biarkan mengering di bawah sinar matahari langsung, sebelum dipakai kembali.

Itulah mengapa disarankan untuk menyimpan dua masker agar Anda dapat menggunakannya sebagai alternatif.

Hindari sering-sering menyentuh masker dan cuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah memakainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Cuma Rajin Pakai Masker, Cuci Tangan dan Jaga Jarak Juga Wajib!

Jangan Cuma Rajin Pakai Masker, Cuci Tangan dan Jaga Jarak Juga Wajib!

Jabar | Rabu, 30 September 2020 | 16:36 WIB

Cegah Klaster Keluarga, Pemerintah Minta Warga Tetap Pakai Masker di Rumah

Cegah Klaster Keluarga, Pemerintah Minta Warga Tetap Pakai Masker di Rumah

News | Rabu, 30 September 2020 | 16:11 WIB

Survei BPS: Masyarakat Patuh Masker Tapi Malas Cuci Tangan

Survei BPS: Masyarakat Patuh Masker Tapi Malas Cuci Tangan

Health | Rabu, 30 September 2020 | 14:36 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB