Ternyata Anak Harus Dapat Asupan 15 Persen Protein, Ini Penjelasan Dokter

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 01 Oktober 2020 | 07:50 WIB
Ternyata Anak Harus Dapat Asupan 15 Persen Protein, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi anak makan makanan bergizi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Imunitas menjadi lebih diperhatikan oleh banyak orang sejak adanya wabah virus corona. Salah satu faktor yang membuat sistem imun kuat adalah konsumsi makanan bergizi seimbang.

Namun bagi anak-anak, gizi seimbang bukan hanya untuk penguatan sistem imun, tapi juga kebutuhan dalam masa tumbuh kembangnya.

"Kebutuhan nutrisi anak relatif lebih besar dibanding orang dewasa. Karena ada aspek tumbuh kembang. Kalau dewasa membutuhkan nutrisi untuk metabolisme dan aktivitas fisik. Kalau anak selain untuk metabolisme dan aktivitas fisik juga untuk tumbuh kembang. Kalau tidak terpenuhi bisa ada gangguan tumbuh kembang," jelas Dokter Spesialis Gizi Klinis dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK., dalam webinar Bicara Gizi, Rabu (30/9/2020).

Juwalita menjelaskan bahwa dibutuhkan variasi jenis nutrisi agar pertumbuhan status gizi anak berjalan secara positif. Gizi seimbang dapat dicapai apabila makanan yang dikonsumsi dalam jumlah cukup, berkualitas baik, dan beragam jenisnya.

Ilustrasi makanan bergizi. (Shutterstocks)
Ilustrasi makanan bergizi. (Shutterstocks)

"Agar anak mendapatkan gizi seimbang, kebutuhan akan nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) harus dipenuhi. Namun, membuat anak mau mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisinya juga bukan perkara mudah," ucap Juwalita.

Diakuinya, ketika di rumah, anak cenderung cepat bosan dan memilih makanan yang hanya disukai saja. Hal itu bisa berdampak pada kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. 

Sebab, selain porsi, variasi dan jadwal makan juga perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan manfaat nutrisi yang dikonsumsi sesuai kebutuhan anak. Juwalita mencontohkan, olahan protein nabati dari kacang-kacangan seperti olahan soya bisa dijadikan alternatif variasi dalam menu gizi seimbang. 

"Terutama nutrisi untuk anak berbasis soya yang difortifikasi, dapat menjadi pilihan ibu karena dapat dikonsumsi oleh siapa saja, tidak hanya terbatas pada anak dengan kondisi medis tertentu,” ujar dr. Juwalita.

Untuk mendukung pertumbuhan anak yang optimal, Jiwalita menyarankan untuk memastikan isi piring makan anak 12 hingga 15 persen dari porsi makannya berisi protein. Karena berguna untuk membantu pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan tubuh anak. 

Juwalita menyebutkan bahwa berdasarkan penelitian, 95 persen hormon serotonin diproduksi di usus . Hal ini menandakan bahwa apa yang dimakan dan kesehatan saluran cerna dapat mempengaruhi kesehatan psikis. 

"Selain situasi hati anak bisa mempengaruhi keinginannya untuk makan bergizi seimbang, anak yang tidak menerima asupan gizi seimbang juga berpotensi mengalami kecemasan. Maka dari itu, selain dukungan gizi seimbang, kondisi psikis ibu dan anak juga harus didukung," tuturnya. 

Tanpa disadari, kondisi psikis orang tua dan anak saling berkaitan, lanjut Juwalita. Stres berkepanjangan yang tidak diolah dengan baik dapat mempengaruhi perilaku makan anak di rumah. Padahal asupan nutrisi adalah sumber pertahanan imun untuk saat ini. Untuk itu, disarankan orang tua perlu memantau mood anak dengan baik di samping mengelola stresnya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Nutrisi Lebih Optimal, Ini Waktu yang Tepat Untuk Makan Telur

Agar Nutrisi Lebih Optimal, Ini Waktu yang Tepat Untuk Makan Telur

Health | Rabu, 30 September 2020 | 18:05 WIB

Ini 3 Manfaat Vitamin E Bagi Kesehatan yang Harus Anda Ketahui!

Ini 3 Manfaat Vitamin E Bagi Kesehatan yang Harus Anda Ketahui!

Health | Minggu, 27 September 2020 | 16:00 WIB

Orangtua, Ini Cara Memilih Mainan yang Aman Untuk Anak

Orangtua, Ini Cara Memilih Mainan yang Aman Untuk Anak

Health | Selasa, 22 September 2020 | 19:46 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB