Deteksi Risiko Kanker Payudara dengan Periksa Gen BRCA 1 dan 2

Vania Rossa

Senin, 12 Oktober 2020 | 05:45 WIB
Deteksi Risiko Kanker Payudara dengan Periksa Gen BRCA 1 dan 2
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini, deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dengan rutin melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Namun kini, perempuan juga bisa melakukan deteksi risiko kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan gen BRCA 1 dan 2, yaitu breast cancer gene atau gen kanker payudara.

Menurut dokter spesialis bedah onkologi di RSPUN Cipto Mangunkusumo, Sonar Soni Panigoro, pemeriksaan gen BRCA 1 atau 2 bisa dilakukan oleh perempuan yang memiliki riwayat kanker serupa di keluarganya.

"BRCA1 dan 2, gen yang cukup berperan dalam kanker payudara. Selain itu ada gen-gen lain yang diteliti kemungkinan hubungannya. Sayangnya, yang bisa dideteksi BRCA 1 dan 2 ini hanya 5-10 persen, jadi ada faktor lainnya," katanya dalam webinar bulan kesadaran kanker payudara 2020, dikutip dari Antara.

Sebelum pemeriksaan gen, seseorang bisa menjalani skrining melalui konseling genetik untuk memperkirakan risiko terkena kanker payudara. Jika dia diketahui berisiko tinggi, maka dia dianjurkan melakukan pemeriksaan genetik BRCA 1 dan 2.

"Jika ada sifat (mutasi) BRCA 1 atau 2, maka 85 persen (bisa) terjadi kanker, jadi lakukan pemeriksaan skrining rutin dimulai dari usia 25 tahun," kata Sonar.

Mutasi tertentu gen BRCA bisa menyebabkan sel-sel membelah diri, berubah secara cepat dan bisa menyebabkan kanker. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), semua wanita memiliki gen BRCA1 dan BRCA2, tetapi hanya beberapa wanita yang mengalami mutasi pada gen tersebut.

Jika ibu atau ayah memiliki mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, maka seseorang berpeluang 50 persen untuk memiliki mutasi gen yang sama.

Pemeriksaan gen BRCA 1 dan 2 sendiri saat ini sudah tersedia di Indonesia, nemun menurut Sonar harganya masih relatif mahal.

"Pemeriksaan BRCA 1 dan 2 di Indonesia sudah ada tetapi masih mahal, hampir Rp 7 jutaan. Ini jadi pemikiran kami untuk ke depan bagaimana menekan pemeriksaan bisa lebih murah," tutur dia.

baca juga

Namun Sonar juga mengatakan bahwa selain gen, ada faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang terkena kanker payudara, seperti faktor lingkungan yang bisa berkontribusi sebesar 95 persen pada kejadian kanker.

Sebesar 30-35 persen di antaranya akibat diet tak sehat, perilaku 10-20 persen karena obesitas, 15-20 persen akibat infeksi, 25-30 persen karena rokok, dan 4-6 persen akibat minuman beralkohol. Sementara sisanya, 10-15 persen karena faktor lainnya.

Selain itu, jenis kelamin perempuan, tidak menikah, menopause terlambat (lebih dari 55 tahun), pernah menjalani operasi tumor jinak payudara, ada riwayat kanker payudara, mendapatkan terapi hormonal yang lama juga bisa menjadi faktor risiko.

Menurut Sonar, kejadian kanker payudara termuda di Indonesia saat ini pernah dialami seseorang berusia 17 tahun. Sementara pada mereka yang di bawah 20 tahun tergolong jarang.

"Mulai 30 tahun ke atas bisa 5 persen (angka kasusnya)," demikian kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Onkologi: Benjolan pada Payudara Belum Tentu Kanker

Dokter Onkologi: Benjolan pada Payudara Belum Tentu Kanker

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 05:27 WIB

Dokter Ungkap Hubungan Kepadatan Payudara dengan Risiko Kanker

Dokter Ungkap Hubungan Kepadatan Payudara dengan Risiko Kanker

Jatim | Rabu, 07 Oktober 2020 | 18:22 WIB

Walau Hamil, Wanita Ini Harus Jalani Perawatan Kanker Payudara

Walau Hamil, Wanita Ini Harus Jalani Perawatan Kanker Payudara

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:25 WIB

Terkini

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:13 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:06 WIB

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:05 WIB

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:49 WIB

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:38 WIB

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:36 WIB

×