Apa itu Komorbid dan Hubungannya dengan Covid-19? Ini Penjelasannya

Rifan Aditya

Senin, 12 Oktober 2020 | 12:57 WIB
Apa itu Komorbid dan Hubungannya dengan Covid-19? Ini Penjelasannya
Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung bersiap memindahkan pasien positif Covid-19 dari ruang ICU menuju ruang operasi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). [ANTARA FOTO/Willy Kurniawan]

Suara.com - Apa itu komorbid menjadi pertanyaan yang sering kita dengar di masa pandemi Covid-19 saat ini. Pasalnya, istilah tersebut belum terlalu familiar di telinga masyarakat umum.

Apa itu komorbid menjadi penting diketahui mengingat sebagian besar kasus kematian pasien Covid-19 terjadi pada orang dengan komorbid. Bahkan, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.

Berikut ini ulasan terkait apa itu komorbid dan hubungannya dengan Covid-19.

Apa itu Komorbid?

Komorbiditas biasanya dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang lebih buruk dan lebih kompleks. Hal ini terjadi karena terdapat gangguan episodik kronis lain atau kondisi progresif kronis lain.

Gangguan ini kemudian diartikan sebagai kondisi kesehatan yang dialami oleh seseorang secara bersamaan. Gangguan yang dimaksud dapat berupa gangguan fisik maupun kejiwaan.

Gangguan komorbid dapat disebabkan oleh setidaknya tiga faktor. Pertama, ketika satu gangguan secara langsung memengaruhi permulaan gangguan kedua. Misalnya, mengonsumsi obat diabetes terus-menerus dapat menyebabkan gagal ginjal atau demensia yang disebabkan oleh perubahan afektif akibat endokrinopati.

Kedua, ketika melibatkan efek tidak langsung dari satu gangguan pada permulaan gangguan kedua. Misalnya, tekanan terkait perubahan gaya hidup setelah didiagnosa penyakit kronis dapat menimbulkan gangguan kecemasan.

Pada kelas ketiga, komorbid dapat melibatkan penyebab umum. Misalnya, trauma yang dapat memengaruhi berbagai gangguan kecemasan.

baca juga

Hubungan Komorbid dan Covid-19

Dalam konteks Covid-19, pasien dengan komorbid merupakan pasien yang telah memiliki penyakit kronis bawaan, seperti penderita diabetes, penderita infeksi sistem pernapasan, serta penyakit kardiovaskular.

Para penderita penyakit kronis ini biasanya memiliki imunitas yang lebih rendah dibanding orang yang sehat. Hal inilah yang membuat penderita penyakit kronis lebih rentan terpapar Covid-19.

Selain itu, pasien Covid-19 dengan komorbid juga memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibanding pasien tanpa komorbid. Terkait perawatannya, pasien dengan dan tanpa komorbid juga harus dipisahkan dalam ruangan yang berbeda.

Demikian ulasan terkait apa itu komorbid dan hubungannya dengan Covid-19. Sebagai langkah pencegahan, orang dengan komorbid perlu melakukan perlindungan yang lebih ekstra agar tidak terpapar Covid-19.

Kontributor : Theresia Simbolon

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Tak Sarankan Lockdown untuk Kendalikan Pandemi Covid-19, Kenapa?

WHO Tak Sarankan Lockdown untuk Kendalikan Pandemi Covid-19, Kenapa?

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 12:34 WIB

Bandara Kualanamu Terapkan Safe Travel di Tengah Pandemi Covid-19

Bandara Kualanamu Terapkan Safe Travel di Tengah Pandemi Covid-19

Sumut | Senin, 12 Oktober 2020 | 11:57 WIB

Blak-blakan Kena Corona, Wakil Rektor Unja: Covid Itu Nyata, Bapak-Ibu!

Blak-blakan Kena Corona, Wakil Rektor Unja: Covid Itu Nyata, Bapak-Ibu!

Jakarta | Senin, 12 Oktober 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

×