Pasien Covid-19 Meninggal Akibat Infeksi Kedua, Begini Penjelasan Ahli

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 14 Oktober 2020 | 16:30 WIB
Pasien Covid-19 Meninggal Akibat Infeksi Kedua, Begini Penjelasan Ahli
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian yang terbit dalam The Lancet Infectious Diseases menyatakan bahwa pasien Covid-19 dapat mengalami gejala yang lebih parah saat terinfeksi untuk kedua kalinya.

Hingga kini sudah ada 25 kasus infeksi virus corona ulang di dunia. Dan salah satu pasien dari Belanda telah dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi untuk yang kedua kalinya.

Pasien, seorang perempuan berusia 89 tahun diyakini sebagai kasus kematian akibat infeksi Covid-19 ulang pertama.

Menurut The Health Site, saat sang pasien pertama kali terinfeksi, ia mengembangkan gejala demam tinggi dan batuk parah.

Dia dipulangkan dari rumah sakit lima hari kemudian dengan hasil dua tes PCR negatif dan gejalanya hilang.

(Shutterstock)
Ilustrasi sakit parah (Shutterstock)

Setelah dua bulan, ia kembali terinfeksi dengan virus corona jenis yang berbeda. Perempuan ini mengalami demam, batuk, dan sesak napas yang parah, hingga harus kembali dirawat di rumah sakit.

Sebelum infeksi kedua, ternyata perempuan ini menderita Macroglobulinemia Waldenström, suatu bentuk kanker sumsum tulang langka, yang tampaknya telah melemahkan sistem kekebalannya.

Dia terinfeksi ulang pada dua hari perawatan kemoterapi dan meningal dunia dua minggu kemudian.

Infeksi Ulang Menyebabkan Gejala yang Lebih Parah

Studi yang terbit dalam The Lancet juga melaporkan kasus infeksi ulang Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di Amerika Serikat.

Seorang pria asal Nevada berusia 25 tahun terinfeksi dengan dua varian SARS-CoV-2 yang berbeda dalam jangka waktu 48 hari. Pasien terinfeksi pertama kali pada April dan positif untuk kedua kali pada Juni.

Menurut laporan, pasien menderita gejala yang lebih parah selama infeksi kedua, meski sebenarnya ia tidak memiliki masalah dengan kekebalannya atau penyakit penyerta. Membuatnya harus mendapat bantuan oksigen.

Gejala yang dirasakan saat infeksi kedua adalah demam, sakit kepala, pusing, batuk, mual, dan diare.

Sekarang, pasien telah pulih dan keluar dari rumah sakit.

Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Ada beberapa hipotesis tentang tingkat keparahan infeksi kedua. Satu teori mengatakan mungkin pasien Covid-19 terkena virus dalam jumlah lebih banyak, yang menyebabkan reaksi lebih parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik! Pasien Covid-19 yang Sembuh di Sumut Jadi 9.105 Orang

Kabar Baik! Pasien Covid-19 yang Sembuh di Sumut Jadi 9.105 Orang

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:47 WIB

Hari Ini, Pasien Covid-19 Sembuh di Jakarta Capai 1.100 Orang

Hari Ini, Pasien Covid-19 Sembuh di Jakarta Capai 1.100 Orang

Jakarta | Selasa, 13 Oktober 2020 | 21:37 WIB

UPDATE 13/10/2020 ; Pasien Covid-19 di Kaltim Bertambah 108 Kasus

UPDATE 13/10/2020 ; Pasien Covid-19 di Kaltim Bertambah 108 Kasus

Kaltim | Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:32 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB