32 Persen Masyarakat Indonesia Alami Masalah Gangguan Jiwa Selama Pandemi

Bimo Aria Fundrika, Luthfi Khairul Fikri

Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:19 WIB
32 Persen Masyarakat Indonesia Alami Masalah Gangguan Jiwa Selama Pandemi
Ilustrasi depresi (Pixabay)

Suara.com - Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang mendapat sorotan di Indonesia selama pandemi Covid-19. Situasi yang tidak pasti ditambah dengan tekanan faktor ekonomi membuat orang menjadi rentan secara kesehatan mental. 

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) mencatat 68 persen masyarakat yang melakukan swaperiksa mengalami masalah psikologis atau tidak mengalami gangguan Kesehatan Jiwa selama pandemi.

“Selama Oktober 2020, jumlah pengisian swaperiksa masyarakat di web PDSKJI berjumlah 5661 buah, berasal dari 31 provinsi dengan temuan 32 persen mengalami masalah psikologis dan 68 persen tidak ada masalah psikologis,” ujar Ketua Umum PDSKJ, dr Diah Setia Utami Sp.KJ, MARS dalam pernyataannya secara virtual, Rabu (14/10/2020).  

Lebih lanjut, menurutnya sebanyak 67,4 persen masyarakat memiliki gejala cemas dengan terbanyak kelompok usia dibawah 30 tahun. Sementara, 67,3 persen mengalami depresi selama masa pandemi di Indonesia. 

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)
Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)

Kata dia, dari total orang yang depresi itu 48 persen berpikir untuk memilih bunuh diri, atau ingin melukai diri dan orang lain dengan cara apapun. Kondisi ini sudah termasuk memasuki kategori gangguan jiwa sedang menuju berat.  

Selain itu,74,2 persen masyarakat mengalami gejala trauma psikologis. Trauma yang dialami yakni selalu merasa waspada secara terus-menerus, merasa sendirian, merasa ditinggalkan serta merasa terisolasi saat pandemi. 

“Bayangkan trauma psikologis nya ada orang tua nya meninggal dunia secara bersamaan, dan tidak ada yang menemani sanak keluarganya karena orangtuanya meninggal dunia disebabkan terkena Covid-19. Lalu masalah keributan rumah tangga hingga masalah ekonomi yang menimbulkan perceraian,” jelasnya. 

Dia menegaskan tren peningkatan gangguan Kesehatan jiwa ini perlu ditindaklanjuti agar tidak menyebabkan gangguan yang lebih parah di kemudian hari. Semua komponen perlu bekerjasama dan memperhatikan tersebut. 

“Pemerintah dan tenaga profesional harus melakukan edukasi pada masyarakat untuk emmeriksakandiri atas Kesehatan jiwa nya, lalu perlu adanya pendampingan, dan mendapatkan akses layanan Kesehatan yang mudah dan aman,” tutur dr Diah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Gangguan Mental Meningkat, Apakah Bisa Ditanggung Asuransi?

Kasus Gangguan Mental Meningkat, Apakah Bisa Ditanggung Asuransi?

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:16 WIB

Ayah Tega Bunuh Bayinya, Bungkus dan Lumuri Mayat Pakai Garam

Ayah Tega Bunuh Bayinya, Bungkus dan Lumuri Mayat Pakai Garam

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:58 WIB

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Awas Toxic Relationship Orangtua dan Anak

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Awas Toxic Relationship Orangtua dan Anak

Health | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 16:28 WIB

Terkini

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Catat Tanggalnya! Ini Hari Paling Beruntung Tiap Zodiak di Bulan November

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

4 Minyak Perontok Bulu Ketiak, Aman untuk Kulit Sensitif dan Bebas Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

MA Putuskan Suket Ijazah Gibran Tak Sah, PKB Sebut Jadi Rujukan Utama Sikap Politik DPR

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

×