Ahli Temukan Gejala Baru Virus Corona, Cek Jika Ada Tanda Ini

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:45 WIB
Ahli Temukan Gejala Baru Virus Corona, Cek Jika Ada Tanda Ini
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Virus corona hingga kini masih terus menyebar dan telah dikonfirmasi menular pada hampir 40 juta orang di seluruh dunia. Gejala yang muncul dari tiap pasien juga sangat beragam.

Jika Anda mengembangkan salah satu gejala utama virus corona, Anda harus segera menjalani tes infeksinya.
Terbaru, para ilmuwan telah mengkonfirmasi bahwa gangguan pendengaran yang tidak dapat dijelaskan dapat dikaitkan dengan infeksi virus corona.

Dilansir dari Express UK, seorang pasien COVID-19 mengalami gangguan pendengaran setelah dirawat karena infeksi di rumah sakit.

Pasien - seorang pria penderita asma berusia 45 tahun - menderita tinitus sisi kiri, dan gangguan pendengaran tiba-tiba.

Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)
Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)

Tidak ada penyebab yang jelas untuk gangguan pendengaran, tetapi para ilmuwan dan dokter menduga itu adalah akibat langsung dari infeksi virus corona.

Ini adalah kasus pertama yang dilaporkan dari pasien yang mengalami gangguan pendengaran setelah terinfeksi COVID-19.
"Seorang pasien berusia 45 tahun dengan asma dibawa ke departemen otolaringologi kami setelah seminggu mengalami gangguan pendengaran saat berada di rumah sakit untuk pengobatan COVID-19," kata para ilmuwan dari University College London dan Royal National Throat, Nose and Ear Hospital.

Mereka menulis di BMJ Case Reports: "Seminggu setelah ekstubasi dan dipindahkan dari unit perawatan intensif, dia melihat tinnitus sisi kiri dan gangguan pendengaran yang tiba-tiba. Dia tidak memiliki riwayat gangguan pendengaran atau patologi telinga sebelumnya.

Riwayat medis masa lalunya sebelum masuk termasuk asma, tapi sebaliknya dia bugar dan sehat.

Ini adalah kasus gangguan pendengaran sensorineural pertama yang dilaporkan setelah infeksi COVID-19 di Inggris."

Tetapi hanya karena Anda mengalami gangguan pendengaran, itu tidak berarti Anda mengidap virus corona. Kehilangan pendengaran dapat disebabkan oleh banyak hal, dan mungkin bersifat sementara atau permanen.

Orang dengan gangguan pendengaran mungkin kesulitan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain, dan mereka mungkin sering meminta orang untuk mengulangi ucapannya.

Jika Anda merasa kehilangan pendengaran, Anda harus berbicara dengan dokter, desak NHS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sehari 40 Jenazah, Kini Pasien Covid yang Dikubur di Pondok Ranggon Sedikit

Sehari 40 Jenazah, Kini Pasien Covid yang Dikubur di Pondok Ranggon Sedikit

News | Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:29 WIB

Klaster Baru Covid-19 di Qingdao, China Lacak 225 Ribu Orang

Klaster Baru Covid-19 di Qingdao, China Lacak 225 Ribu Orang

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 16:49 WIB

Pasien Covid-19 Meninggal Akibat Infeksi Kedua, Begini Penjelasan Ahli

Pasien Covid-19 Meninggal Akibat Infeksi Kedua, Begini Penjelasan Ahli

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 16:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB