Terapi Antibiotik Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Radang Usus Buntu

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:45 WIB
Terapi Antibiotik Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Radang Usus Buntu
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Pasien radang usus buntu atau apendisitis kebanyakan akan menjalani operasi pembedahan. Tetapi ada alternatif pengobatan lain bagi yang tidak ingin dioperasi, yakni dengan minum obat antibiotik.

Mengobati radang usus buntu hanya dengan antibiotik pernah diuji coba oleh para peneliti di Amerika Serikat yang hasilnya diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada Oktober lalu. 

Dilansir dari Channel News Asia, studi dilakukan terhadap 776 pasien secara acak yang menerima pengobatan antibiotik dan 776 pasien menjalani operasi usus buntu. 

Pasien dalam kelompok antibiotik menerima obat selama 10 hari. Hasilnya, tujuh dari sepuluh pasien yang menerima antibiotik tidak perlu dilakukan pembedahan dalam 90 hari pertama setelah pengobatan. 

Mual jadi salah satu gejala radang kantong empedu. (Shutterstock)
Ilustrasi radang usus buntu. (Shutterstock)

Sementara tiga dari sepuluh lainnya harus membutuhkan pembedahan dalam jangka waktu yang sama. Pasien yang diobati dengan antibiotik juga harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit.

Metode khusus antibiotik itu sebenarnya masih pro dan kontra. Juga belum tentu bisa dilakukan untuk setiap pasien, kata salah satu peneliti Dr Jeffrey Johnson, yang merupakan direktur medis trauma di Henry Ford Hospital. 

"Pasien harus mengevaluasi manfaat dan risiko minum antibiotik atau memilih untuk operasi, dan membuat keputusan tentang apa yang penting bagi mereka," katanya.

Selain itu, pengobatan dengan antibiotik juga memungkinkan terjadi radang usus buntu kembali terjadi pasca satu tahun melakukan terapi antibiotik. Meski begitu peluang untuk sembuh juga cukup besar, sekitar 70-80 persen. 

"Studi yang lebih baru menunjukkan bahwa antibiotik yang kuat (tanpa apendektomi) dapat berhasil mengobati sebagian besar (70-80 persen) kasus. Namun, pasien tersebut berisiko mengalami apendisitis berulang," kata Konsultan bedah senior di kolorektal dan bedah umum Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura, Dr Ng Chee Yung dikutip dari Channel News Asia.

baca juga

Berbeda dengan yang menjalani operasi. Menurut Ng, sebagian besar pasien tidak akan mengalami serangan apendisitis kedua karena kebanyakan dari mereka akan menjalani operasi usus buntu sejak awal. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati, BAB Keras Bisa Sebabkan Usus Buntu

Hati-hati, BAB Keras Bisa Sebabkan Usus Buntu

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:48 WIB

Madu Disebut Lebih Ampuh Atasi Batuk Pilek Dibanding Obat yang Dijual Bebas

Madu Disebut Lebih Ampuh Atasi Batuk Pilek Dibanding Obat yang Dijual Bebas

Health | Minggu, 11 Oktober 2020 | 15:05 WIB

Mengenal Obat Antibiotik Amoxillin, Manfaat dan Efek Sampingnya

Mengenal Obat Antibiotik Amoxillin, Manfaat dan Efek Sampingnya

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 16:04 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×