Indonesia Lakukan Pembelian Awal Kandidat Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 15 Oktober 2020 | 09:03 WIB
Indonesia Lakukan Pembelian Awal Kandidat Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Meski vaksin Covid-19 AstraZeneca buatan Oxford University Inggris sempat terkendala saat uji klinis lantaran salah satu relawan mengalami sakit misterius, hal ini tidak menyurutkan pemerintah Indonesia untuk membeli vaksin tersebut.

Rabu (14/10/2020), pemerintah Indonesia dan AstraZeneca sudah menandatangani Letter of Intent sebagai persetujuan Perjanjian Pembelian Awal (Advance Purchase Agreement) kandidat vaksin Covid-19 bernama AZD1222 sebelum akhir Oktober.

“Dengan menandatangani Letter of Intent ini, Kementerian Kesehatan dan AstraZeneca bertujuan untuk menyelesaikan perjanjian pembelian sebelum akhir Oktober, sehingga kami dapat memberikan akses ketersediaan vaksin Covid-19 kepada masyarakat Indonesia," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Indonesia dr. Oscar Primadi, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (15/10/2020).

Indonesia Beli Vaksin Oxford University. (Dok. AstraZeneca)
Indonesia Beli Vaksin Oxford University. (Dok. AstraZeneca)

Sementara itu, President Director AstraZeneca Indonesia, Se Whan Chon, berkomitmen memberikan akses yang luas dan merata terhadap calon vaksin Covid-19 buatan perusahaannya di Indonesia.

"Diskusi kami hari ini sangatlah konstruktif dan menjanjikan. Saya berterima kasih atas bimbingan dan kepemimpinan pemerintah dan berharap untuk dapat segera menyelesaikan perjanjian pembelian awal ini," terang Se Whan Chon

AstraZeneca sendiri mengaku sudah bekerja sama dengan Universtias Oxford, pemerintah, organisasi kesehatan terkemuka seperti WHO, CEPI, dan GAVI, serta berbagai produsen untuk menyediakan vaksin secara luas, merata tanpa laba dan rugi selama pandemi ini.

Perjanjian Pembelian Awal dengan Indonesia ini akan melengkapi 300 juta dosis AZD1222 yang akan disediakan AstraZeneca melalui Fasilitas COVAX, yang juga bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia.

Sekedar informasi, hingga saat ini penelitian vaksin Covid-19 AstraZeneca di Amerika Serikat terhambat dan masih ditunda, karena salah satu relawan sakit aneh.

Meski begitu, di beberapa negara, penelitian kandidat vaksin Covid-19 ini tetap dilanjutkan, termasuk di Jepang, Inggris, Brasil, Afrika Selatan, dan India. Pihak Oxford University sendiri berdalih wajar jika ada beberapa peserta tidak sehat dalam ujicoba vaksin berskala besar ini.

"Diperkirakan ada beberapa peserta yang tidak sehat dalam ujicoba skala besar ini," tulis Universitas Oxford lewat sebuah pernyataan resmi beberapa waktu lalu.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Progres Vaksin Merah Putih Sudah 55 Persen, November Disuntik ke Hewan

Progres Vaksin Merah Putih Sudah 55 Persen, November Disuntik ke Hewan

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:14 WIB

Bima Arya Ungkap 3 Penerima Prioritas Vaksin Covid-19 di Kota Bogor

Bima Arya Ungkap 3 Penerima Prioritas Vaksin Covid-19 di Kota Bogor

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:25 WIB

Kabupaten Bogor Terbanyak Dapat Vaksin Covid-19, Begini Perhitungannya

Kabupaten Bogor Terbanyak Dapat Vaksin Covid-19, Begini Perhitungannya

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental

Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:15 WIB

AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026

AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:15 WIB

Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'

Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:10 WIB

Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia

Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:10 WIB

4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat

4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:05 WIB

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:03 WIB

Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health

Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:55 WIB

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:52 WIB

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

×