Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB
Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?
Web/ Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Suara.com - Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.), tanaman obat endemik Indonesia yang dikenal sebagai ginseng of Java, menghadapi ancaman kepunahan. Tanaman yang tumbuh alami di dataran tinggi ini berstatus kritis menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) akibat alih fungsi lahan, eksploitasi berlebihan, dan persaingan dengan komoditas lain.

Padahal, purwoceng mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti sitosterol, stigmasterol, saponin, kumarin, psoralen, dan vitamin E yang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional.

Untuk menjaga kelestariannya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi pemuliaan tanaman guna menghasilkan varietas purwoceng yang lebih unggul sekaligus mendukung upaya konservasi.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Otih Rostiana, mengatakan timnya melakukan seleksi sumber daya genetik dan pemurnian galur hingga menghasilkan varietas dengan karakter genetik yang lebih baik.

Varietas tersebut memiliki ciri tulang daun berwarna merah keunguan, kandungan sitosterol yang lebih tinggi, serta mampu beradaptasi pada lokasi budidaya yang lebih rendah dibandingkan habitat alaminya.

"Kami telah menghasilkan varietas unggul yang memiliki karakter genetik lebih baik dan menunjukkan peningkatan kandungan sitosterol serta kemampuan adaptasi yang lebih luas dibandingkan populasi alaminya," kata Otih, dikutip dari laman BRIN, Kamis (16/7).

Ketersediaan bibit masih menjadi tantangan

Meski berhasil menghasilkan varietas unggul, BRIN menilai pengembangan purwoceng masih menghadapi kendala, terutama dalam penyediaan bibit.

Menurut Otih, rendahnya viabilitas benih membuat perbanyakan melalui biji belum optimal. Sementara itu, teknologi kultur jaringan juga masih menghadapi tantangan pada tahap multiplikasi tunas, pembentukan akar, hingga proses aklimatisasi.

baca juga

"Kondisi tersebut membuka ruang bagi penelitian lanjutan guna menghasilkan teknologi perbanyakan tanaman yang lebih efisien dan siap diterapkan secara luas," ujarnya.

Selain pemuliaan konvensional, BRIN juga menerapkan induksi keragaman genetik melalui mutasi buatan untuk menghasilkan tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Otih menegaskan bahwa penguatan konservasi sumber daya genetik menjadi fondasi penting agar riset dan pemanfaatan purwoceng dapat terus berlanjut.

Standardisasi dibutuhkan untuk menjaga mutu

BRIN juga menilai keberhasilan pengembangan purwoceng tidak cukup hanya dengan menghasilkan varietas unggul. Standardisasi bahan baku dinilai penting untuk menjamin keamanan, mutu, dan khasiat produk herbal.

Menurut Otih, kualitas purwoceng dipengaruhi oleh identitas tanaman, teknik budidaya, waktu panen, hingga penanganan pascapanen.

"Penentuan umur panen sekitar enam bulan atau ketika tanaman memasuki fase generatif merupakan waktu yang paling tepat karena kandungan metabolit sekundernya berada pada kondisi optimal," katanya.

Standardisasi juga diperlukan untuk mencegah pemalsuan bahan baku, mengingat akar purwoceng memiliki kemiripan dengan beberapa tanaman lain seperti Valeriana officinalis, kolesom, dan som jawa.

Ke depan, BRIN mendorong penguatan konservasi secara in situ maupun ex situ, pengembangan teknologi kultur jaringan dan embriogenesis somatik, inovasi pemuliaan untuk menghasilkan varietas yang adaptif terhadap berbagai kondisi agroekologi, serta memperkuat kemitraan antara petani dan industri.

Menurut Otih, keberhasilan pengembangan purwoceng hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara peneliti, petani, industri, dan pemerintah daerah.

"Purwoceng masih berpotensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, budidaya, konservasi, dan standardisasi bahan baku harus terus diperkuat agar tanaman ini tetap lestari, memberikan manfaat ekonomi bagi petani, serta mampu memenuhi kebutuhan industri dengan mutu yang terjamin," tutupnya.

Penulis: Purwaceng

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bandung Diserbu Festival Teknologi Mobil Masa Depan, Warga Antusias Jajal Kendaraan Listrik

Bandung Diserbu Festival Teknologi Mobil Masa Depan, Warga Antusias Jajal Kendaraan Listrik

Sport | Rabu, 15 Juli 2026 | 04:30 WIB

Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?

Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Terkini

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

×