Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB
Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya
Logo Ford Motor. [Unspalsh]
baca 10 detik
  • Bill Ford memperingatkan industri otomotif Amerika Serikat untuk segera bersiap menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan asal Tiongkok.
  • Produsen otomotif Amerika didesak menciptakan produk kompetitif guna mengantisipasi berakhirnya proteksi tarif dan regulasi ketat di masa depan.
  • Ford mulai mengembangkan truk listrik dengan teknologi gigacasting untuk menekan biaya produksi dan menyaingi efisiensi harga pabrikan Tiongkok.

Suara.com - Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford memberikan peringatan serius bagi industri otomotif Amerika Serikat untuk segera bersiap menghadapi persaingan nyata dengan produsen mobil asal Tiongkok. Meskipun saat ini industri otomotif Amerika masih terlindungi oleh berbagai tarif dan regulasi ketat namun perlindungan tersebut diprediksi tidak akan bertahan selamanya.

Dalam sebuah acara wawancara, Ford berpendapat bahwa produsen mobil Amerika tidak bisa hanya berasumsi merek Tiongkok akan tetap terpinggirkan dari pasar domestik. Sebaliknya ia mendesak perusahaan otomotif di negaranya untuk segera mengembangkan produk yang benar-benar mampu bersaing secara teknologi maupun harga.

"Kita harus berhadapan langsung dengan China. Kita tidak bisa berharap untuk terus menghalangi mereka selamanya, dan kita harus mampu mengalahkan mereka dalam permainan mereka sendiri," kata Ford, dikutip Kamis (16/7/2026).

Peringatan ini muncul di tengah rencana anggota parlemen Amerika Serikat yang sedang mempertimbangkan undang-undang untuk menutup total akses kendaraan buatan Tiongkok ke pasar Amerika. Walaupun Ford mendukung upaya perlindungan manufaktur dalam negeri ia menyadari produsen China kini semakin mendominasi pasar luar negeri berkat teknologi canggih dan harga yang sangat kompetitif.

Ancaman ini bahkan sudah mulai mengubah strategi internal di ruang rapat perusahaan besar Amerika. Ford dilaporkan tengah menyiapkan truk pikap listrik baru dengan target harga sekitar 30.000 Dollar AS untuk peluncuran tahun 2027. Langkah ini melibatkan teknik manufaktur mutakhir seperti gigacasting guna menekan biaya produksi agar bisa menyaingi efisiensi pabrikan Tiongkok.

Bill Ford juga menyoroti adanya ketidaksinkronan antara siklus politik dan investasi industri yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dieksekusi secara matang. "Waktu tunggu kami lebih lama daripada waktu tunggu politik," tegas Ford.

Kekhawatiran Ford didasari pada kesuksesan merek Tiongkok di pasar internasional seperti truk BYD Shark 6 yang meraih sukses besar di Australia. Mengabaikan potensi masuknya produk tersebut ke Amerika Serikat dianggap sebagai langkah yang berbahaya bagi masa depan industri otomotif nasional di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50 WIB

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:35 WIB

Ongkos Perbaikan Mobil Listrik Bekas Terbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset

Ongkos Perbaikan Mobil Listrik Bekas Terbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:15 WIB

Terkini

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

×