9 Cara Agar Makanan Cepat Saji Lebih Sehat Bagi Anak

Risna Halidi

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:10 WIB
9 Cara Agar Makanan Cepat Saji Lebih Sehat Bagi Anak
Ilustrasi restoran cepat saji. (Shutterstock)

Suara.com - Jika Anda orangtua yang sibuk dan tidak punya banyak waktu, sangat besar kemungkinannya Anda akan membiarkan anak-anak Anda mengonsumsi makanan restoran cepat saji.

Namun menurut seorang ahli gizi bernama Jill Castle, orangtua perlu menemukan tempat di mana anak bisa mengonsumsi makanan cepat saji dengan cara yang masuk akal dan tetap sehat.

Dengan begitu, anak-anak dapat belajar menyesuaikan ke kehidupan mereka sendiri. "Ketika kita melihat makanan cepat saji, ini adalah satu makan siang atau makan di akhir pekan anak-anak," katanya.

Berikut ini adalah 'catatan' bagi orangtua yang mempersilakan buah hatinya makan di restoran cepat saji namun tetap sehat seperti yang Suara.com kutip dari Zeenews.com.

1. Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa makanan ringan. "Jika memungkinkan, berhentilah di toko bahan makanan atau persediaan makanan ringan yang sehat terlebih dahulu, seperti potongan buah, keju dan yogurt, yang harganya lebih murah dari menu makanan cepat saji dan isi perut semua orang saat mereka sedang menunggu," kata Victoria Stein Feltman, ahli diet terdaftar.

2. Pilih ukuran makanan sesuai usia. Makanan anak sering menjadi pilihan yang baik, terutama karena porsi biasanya lebih kecil. "Selain memilih opsi ukuran, porsi makanan biasa di restoran makanan cepat saji cenderung besar dan terlalu besar untuk anak-anak," kata Nicole Silber, seorang ahli diet terdaftar dan ahli gizi anak yang berbasis di New York.

3. Dorong buah daripada kentang goreng. "Menambahkan buah-buahan, sayuran dan makanan olahan susu membantu melengkapi makanan dan membuatnya seimbang," kata Castle, yang juga penulis buku "Fearless Feeding".

4. Berbagi makanan dengan anak Anda. Ini bukan hanya tentang merampingkan porsi makanan, tetapi juga membantu mengenalkan makanan cepat saji kepada anak. "Orangtua mungkin juga mempertimbangkan untuk berbagi sisi yang kurang sehat seperti kentang goreng atau onion ring dan makanan penutup seperti milkshake dan es krim dan melengkapinya dengan buah dan sayuran segar," kata Feltman.

5. Tetapkan harapan Anda sebelumnya. Jika Anda tidak ingin anak memesan kentang goreng atau Anda ingin mereka lebih banyak makan buah atau sayuran, pastikan beri tahu anak sebelumnya. "Hal sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak-anak mereka membuat pilihan yang sehat adalah berdiskusi dan memesan rencana sebelum masuk ke restoran cepat saji. Hal ini dapat dilakukan dalam perjalanan menuju restoran.

baca juga

6. Tentukan makanan penutup terlebih dahulu. Jika makanan penutup akan menjadi bagian dari makanan, biarkan menjadi bagian dari makanan, tapi jangan letakkan kriteria kinerja makan di dalamnya. Seperti--Anda harus makan hamburger sebelum Anda bisa makan es krim. "Melakukan hal ini membuat es krim menjadi bagian makanan yang jauh lebih berharga," menurut Castle.

7. Pastikan anak-anak duduk. "Saya mendorong semua keluarga agar anak-anak mereka duduk dan makan bersama," kata Castle. "Beberapa restoran cepat saji memiliki nuansa 'hutan', dan anak-anak dapat memilih untuk berjalan-jalan daripada makan." Penting agar orang tua mengukir peraturan agar anak-anak tetap duduk selagi makan.

8. Ajarkan anak-anak kebiasaan sehat. Memang benar bahwa seorang anak mampu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada orang dewasa, terutama saat mereka mengalami lonjakan pertumbuhan. Tetap saja, mendorong pilihan sehat di kalangan remaja bisa menjadi rumit, karena mereka sering membuat keputusan makanan sendiri. "Orangtua bisa membuat anak mereka untuk menyadari pilihannya sehingga mereka mengerti ada lebih banyak pilihan daripada burger double cheeseburger, seperti salad, sandwich ayam, dan semangkuk gandum.

9. Jadilah teladan yang baik. "Orangtua dapat memengaruhi anak-anak mereka dengan membuat pilihan yang sehat sendiri dan mendorong semua orang dalam keluarga untuk melakukan hal yang sama, seperti memilih ayam panggang tidak tinggi kalori dan tinggi gula dan membatasi seperti penggunaan mayones dan saus tomat," kata Feltman. Dengan kata lain, seperti kebanyakan saran pengasuhan lainnya, apa yang Anda lakukan hampir selalu berarti lebih dari yang Anda katakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijuluki Kembaran Serabi, Mencicipi Nikmatnya Jajanan Laklak Khas Bali

Dijuluki Kembaran Serabi, Mencicipi Nikmatnya Jajanan Laklak Khas Bali

Bali | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:50 WIB

Cinta Mati, Pelajar Perempuan Ini Memaksa Kekasihnya Poligami

Cinta Mati, Pelajar Perempuan Ini Memaksa Kekasihnya Poligami

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:33 WIB

Cerita Unik Mantan Koki Kerajaan Inggris, Masak Bukan Hanya Untuk Manusia!

Cerita Unik Mantan Koki Kerajaan Inggris, Masak Bukan Hanya Untuk Manusia!

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:26 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×