Positif Corona dan Sempat Koma, Kisah Keajaiban Ibu Melahirkan Bayi Kembar

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 19 Oktober 2020 | 15:41 WIB
Positif Corona dan Sempat Koma, Kisah Keajaiban Ibu Melahirkan Bayi Kembar
Ilustrasi bayi kembar (Foto: shutterstock)

Suara.com - Seorang ibu asal Irlandia yang didiagosis positif Covid-19 pada 9 minggu setelah kehamilannya berhasil melahirkan dua putri kembar pekan lalu. Padahal, wanita ini juga sempat koma selama dua minggu.

Sebelumnya, dokter menduga virus corona akan memengaruhi kehamilannya dan mengira perempuan bernama Danielle Martin ini tidak akan selamat.

"Ini benar-benar keajaiban bagi kami," kata sang suami, Bryan Green, dilansir dari Fox News.

Kisah mengharukan ini dimulai pada 30 Maret lalu ketika Martin merasa dirinya seperti tercekik. Saat itu ia sedang hamil 9 minggu dan mengira hanya hamil seorang bayi.

Martin pun dilarikan ke rumah sakit terdekat di Belfast. Dia kemudian dinyatakan positif Covid-19. Sejak itu, kondisinya makin memburuk.

Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)
Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)

"Awalnya saya pikir saya sakit tenggorokan yang menyebabkan dada sakit dan saya pikir itu pasti infeksi dada, tetapi saya hampir tidak bisa bernapas setelah enam hari. Rasanya seperti tercekik, jadi Bryan memutuskan untuk memanggil ambulans," tutur Martin.

Dia mendapat bantuan ventilator untuk membantunya bernapas. Kemudian, kadar oksigennya turun hingga menyebabkan Martin koma.

Dokter yang menangani Martin mengatakan bahwa mungkin calon bayinya akan selamat. Namun, kehamilan Martin tetap berisiko.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, berdasarkan apa yang sudah diketahui, wanita hamil mungkin berisiko lebih tinggi terkena Covid-19 parah dan mereka mungkin memiliki risiko kehamilan yang buruk, seperti kelahiran premature.

Meski begitu, para peneliti mengatakan bahwa Covid-19 sejauh ini dipengaruhi oleh waktu infeksi selama kehamilan, tingkat keparahan penyakit, dan apakah bayi yang baru lahir juga didiagnosis dengan penyakit tersebut.

Setelah 10 hari, Martin siuman dari koma. Pasangan tersebut lalu baru diberitahu bahwa Martin mengandung bayi kembar dan keduanya hidup.

"Aku tidak bisa mempercayainya dan aku masih tidak bisa sampai hari ini, meski pun aku melihat mereka di depanku sekarang sedang tidur, itu tidak bisa dipercaya!" tandas Green.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC China Sebut Virus Corona di Makanan Beku Bisa Menginfeksi

CDC China Sebut Virus Corona di Makanan Beku Bisa Menginfeksi

Health | Senin, 19 Oktober 2020 | 13:33 WIB

Perbedaan Norovirus dengan Virus Corona

Perbedaan Norovirus dengan Virus Corona

Batam | Senin, 19 Oktober 2020 | 11:01 WIB

Studi China: Kemungkinan Virus Corona Bisa Pengaruhi Mata!

Studi China: Kemungkinan Virus Corona Bisa Pengaruhi Mata!

Health | Minggu, 18 Oktober 2020 | 11:01 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB