alexametrics

Positif Corona dan Sempat Koma, Kisah Keajaiban Ibu Melahirkan Bayi Kembar

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Positif Corona dan Sempat Koma, Kisah Keajaiban Ibu Melahirkan Bayi Kembar
Ilustrasi bayi kembar (Foto: shutterstock)

Kedua bayinya lahir dengan selamat.

Suara.com - Seorang ibu asal Irlandia yang didiagosis positif Covid-19 pada 9 minggu setelah kehamilannya berhasil melahirkan dua putri kembar pekan lalu. Padahal, wanita ini juga sempat koma selama dua minggu.

Sebelumnya, dokter menduga virus corona akan memengaruhi kehamilannya dan mengira perempuan bernama Danielle Martin ini tidak akan selamat.

"Ini benar-benar keajaiban bagi kami," kata sang suami, Bryan Green, dilansir dari Fox News.

Kisah mengharukan ini dimulai pada 30 Maret lalu ketika Martin merasa dirinya seperti tercekik. Saat itu ia sedang hamil 9 minggu dan mengira hanya hamil seorang bayi.

Baca Juga: Kena Gizi Buruk di Masa Pandemi, Bayi Kembar Asal Babel Butuh Bantuan

Martin pun dilarikan ke rumah sakit terdekat di Belfast. Dia kemudian dinyatakan positif Covid-19. Sejak itu, kondisinya makin memburuk.

Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)
Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)

"Awalnya saya pikir saya sakit tenggorokan yang menyebabkan dada sakit dan saya pikir itu pasti infeksi dada, tetapi saya hampir tidak bisa bernapas setelah enam hari. Rasanya seperti tercekik, jadi Bryan memutuskan untuk memanggil ambulans," tutur Martin.

Dia mendapat bantuan ventilator untuk membantunya bernapas. Kemudian, kadar oksigennya turun hingga menyebabkan Martin koma.

Dokter yang menangani Martin mengatakan bahwa mungkin calon bayinya akan selamat. Namun, kehamilan Martin tetap berisiko.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, berdasarkan apa yang sudah diketahui, wanita hamil mungkin berisiko lebih tinggi terkena Covid-19 parah dan mereka mungkin memiliki risiko kehamilan yang buruk, seperti kelahiran premature.

Baca Juga: Pilu, Pemulung Kehilangan Bayi Kembar dalam Kandungan Akibat Tabrak Lari

Meski begitu, para peneliti mengatakan bahwa Covid-19 sejauh ini dipengaruhi oleh waktu infeksi selama kehamilan, tingkat keparahan penyakit, dan apakah bayi yang baru lahir juga didiagnosis dengan penyakit tersebut.

Setelah 10 hari, Martin siuman dari koma. Pasangan tersebut lalu baru diberitahu bahwa Martin mengandung bayi kembar dan keduanya hidup.

"Aku tidak bisa mempercayainya dan aku masih tidak bisa sampai hari ini, meski pun aku melihat mereka di depanku sekarang sedang tidur, itu tidak bisa dipercaya!" tandas Green.

Komentar