Oktober Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Simak 5 Fakta Pentingnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 19 Oktober 2020 | 20:15 WIB
Oktober Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Simak 5 Fakta Pentingnya
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Suara.com - Oktober menjadi Bulan Kesadaran Kanker Payudara secara internasional. Seperti yang telah diketahui, kanker jenis ini bisa menyerang ratusan ribu orang setiap tahun di seluruh dunia.

Melansir dari Bustle, berikut adalah beberapa fakta tentang kanker payudara yang perlu diketahui, antara lain:

1. Angka Kematian Menurun

Ada beberapa berita soal kanker payudara yang cukup menggembirakan. Salah satunya adalah soal penurunan angka kematian.

Meski semakin banyak orang yang didiagnosis menderita kanker payudara, penelitian yang diterbitkan dalam A Cancer Journal For Clinicians pada 2019, menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat kanker payudara menurun 40 persen dari tahun 1989 hingga 2017.

Ilustrasi kampanye bahaya kanker payudara. (Shutterstock)

2. Deteksi Dini Meningkat

Lebih dari 60 persen pasien kanker payudara didiagnosis sebelum penyakit menyebar. Hal ini dinyatakan oleh American Cancer Society. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup menjadi 5 tahun lebih lama.

3. Kanker Payudara dan Perempuan Hamil

Menurut American Society of Clinical Oncology, kanker payudara adalah kanker yang paling umum terjadi pada orang hamil. Namun, kondisi tersebut akan sulit dideteksi karena kehamilan dapat menyebabkan perubahan ukuran dan tekstur payudara.

Kanker payudara di masa kehamilan terkadang dapat diobati dengan aman tanpa membahayakan janin, tergantung seberapa agresif kankernya. Jika Anda sedang hamil dan melihat ada benjolan di payudara, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

4. Perempuan di atas 50 Tahun Punya Risiko Tinggi

Lebih dari 95 persen pasien kanker payudara berusia di atas 40 tahun. Namun, meskipun cenderung sering terjadi pada perempuan yang lebih tua, kanker payudara pada dasarnya menyerang perempuan dari segala usia. Oleh karena itu, penting untuk menyadari adanya perubahan pada payudara.

Studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam The Lancet Global Health juga menyatakan bahwa kanker payudara banyak ditemukan pada perempuan pra-menopause.

5. Riwayat Keluarga Meningkatkan Risiko

Ilustrasi kampanye bahaya kanker payudara. (Shutterstock)

Jika ibu, saudara perempuan atau anak perempuan Anda didiagnosis menderita kanker payudara, Anda dua kali lebih berisiko terkena kanker payudara. Hal ini dinyatakan oleh American Cancer Society.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyehatkan, Konsumsi 4 Makanan Penurun Risiko Kanker Payudara

Menyehatkan, Konsumsi 4 Makanan Penurun Risiko Kanker Payudara

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:42 WIB

Keterlambatan Diagnosis Kanker Payudara pada Pria Bisa Berakibat Fatal

Keterlambatan Diagnosis Kanker Payudara pada Pria Bisa Berakibat Fatal

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 07:46 WIB

Sering Diabaikan, Simak 4 Faktor Risiko Kanker Payudara

Sering Diabaikan, Simak 4 Faktor Risiko Kanker Payudara

Health | Kamis, 15 Oktober 2020 | 14:28 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB