Tidur Tingkatkan Imunitas, Bisakah Menangkal Virus Corona Covid-19?

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:44 WIB
Tidur Tingkatkan Imunitas, Bisakah Menangkal Virus Corona Covid-19?
ilustrasi tidur, tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Pada dasarnya tidur nyenyak dan berkualitas selama 7 hingga 8 jam memang penting untuk kesehatan. Tidur juga bisa menjaga kekebalan tubuh. Dengan begitu, bisakah tidur berkualitas mengurangi risiko Covid-19?

"Tidur yang tidak cukup mengganggu pertahanan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit yang parah," kata dokter Dr. Jigar Haria, profesor Penyakit Dalam di Teerthanker Mahaveer Medical College pada India Today.

Tak hanya itu, Dr, Sandeep Nayar Direktur Senior dan HOD Chest and Penyakit Pernafasan di Rumah Sakit BL Kapoor juga menyatakan bahwa tidur selama 7-8 jam bisa bantu membangun kekebalan.

"Tidurlah setidaknya 7-8 jam setiap hari. Ini adalah cara terbaik untuk membantu tubuh Anda membangun kekebalan. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda akan merasa lelah karena mengganggu Anda dan aktivitas otak," kata Dr. Nayar.

"Kurang tidur akan menghalangi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri. Hal ini akan mengganggu fungsi tubuh lainnya yang akan berdampak langsung pada kekebalan Anda," imbuhnya.

Melalui fungsinya yang disebut bisa meningkatkan kekebalan, lalu bagaimana tidur bisa membantu menangkal infeksi virus corona Covid-19?

Tidur menjadi aktivitas yang sangat penting guna menjaga kesehatan tubuh.
Tidur menjadi aktivitas yang sangat penting guna menjaga kesehatan tubuh.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut dokter Haria menekankan bahwa penularan virus corona Covid-19 tergantung pada bagaimana seseorang berkontak dengan virus. Oleh karena itu, baginya masker masih menjadi pelindung utama.

"Tertular virus Covid-19 bergantung pada paparan virus dari orang yang terinfeksi melalui sekresi pernapasan yang dibuang saat berbicara, batuk, bersin, dan lainnya. Jadi masker sangat penting untuk semua orang," kata dokter Hariya.

Namun ia menambahkan bahwa tidur yang bisa meningkatkan kekebalan berguna pada penurunan risiko keparahan jika telah terinfeksi.

"Tingkat keparahan penyakit tergantung pada pertahanan tubuh terhadap virus yaitu sistem kekebalan dan beban virus. Semakin tinggi beban virus dan semakin lemah kekebalan, maka semakin besar risiko penyakit yang parah," imbuhnya.

Hal tersebut juga dinyatakan oleh dokter Nayar di mana kekebalan tubuh seseoang akan memengaruhi keparahan Covid-19.

"Bukan hanya viral load dan perawatan dini yang menentukan tingkat keparahan gejala, tetapi juga tergantung pada kekebalan pasien," kata Dokter Nayar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayah Berprofesi Tukang Ruqyah, Satu Keluarga di Bintan Positif Covid-19

Ayah Berprofesi Tukang Ruqyah, Satu Keluarga di Bintan Positif Covid-19

Batam | Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:03 WIB

Jelang Perayaan Hari Kematian, Meksiko Tutup Pemakaman demi Tekan Covid-19

Jelang Perayaan Hari Kematian, Meksiko Tutup Pemakaman demi Tekan Covid-19

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:58 WIB

Pesta Pernikahan Berujung Petaka, 100 Orang Terinfeksi Virus Corona

Pesta Pernikahan Berujung Petaka, 100 Orang Terinfeksi Virus Corona

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:02 WIB

Terkini

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB