Konsumsi Banyak Obat, Bocah Ini Berakhir Menderita Sindrom Stevens-Johnson

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:26 WIB
Konsumsi Banyak Obat, Bocah Ini Berakhir Menderita Sindrom Stevens-Johnson
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Seorang ibu menceritakan kisah memilukan yang dialami putranya, Lennon Townsend, saat ia didiagnosis dengan sejumlah kondisi medis. Awalnya, sang ibu, Nicola Grantham, mengira putranya mengalami ruam sehingga ia membawa putranya ke rumah sakit Blackburn, Lancashire, Inggris,.

Di sana, dokter mendiagnosis penyebab ruam pada Lennon adalah infeksi virus, dan lambat laun akan sembuh dengan sendirinya. Tapi kemudian salah seorang perawat memerhatikan bahwa ada beberapa kulit di dada bocah lima tahun itu mengelupas.

Nicola juga memerhatikan gejala aneh tersebut, sebab setiap kali ia menggendong buah hatinya itu, kelupasan kulitnya akan rontok.

Dokter pun mendiagnosisnya dengan salah satu jenis sindrom Stevens-Johnson (SJS) yaitu Toxic Epidermal Necrolysis (TEN). Ini dimulai dengan gejala mirip flu, beberapa hari kemudian kulit penderita akan melepuh dan mengelupas.

Lennon menderita sindrom Stevens-Johnson (GoFundMe)
Lennon menderita sindrom Stevens-Johnson (GoFundMe)

"Saya melihat ada sepotong kulit yang hilang dari wajahnya. Kemudian ketika saya menggendongnya, saya perhatikan di mana pun saya menyentuh kulitnya, kulit itu akan jatuh," tutur Nicole, dilansir Mirror.

Lennon pun menjalani proses debridement di rumah sakit Anak Royal Manchester. Proses ini melibatkan dokter mengupas kulit atau jaringan mati dari luka untuk mencegah infeksi.

"Setelah melakukan proses debridement, dia (Lennon) benar-benar terlihat seperti orang yang tersiram air panas," ungkap Nicola.

Selain menderita penyakit kulit tersebut, Lennon juga menderita autisme non-verbal, epilepsi dan penyakit Hirschsprung, yang membuatnya harus mengonsumsi banyak obat.

Lennon menderita sindrom Stevens-Johnson (GoFundMe)
Lennon menderita sindrom Stevens-Johnson (GoFundMe)

Hingga kini dokter menduga kondisinya tersebut dipicu oleh obat-obatan yang dikonsumsi Lennon.

baca juga

"Para ahli medis mengatakan bahwa orang dapat menjalani pengobatan selama bertahun-tahun dan baik-baik saja dan kemudian tiba-tiba bereaksi," lanjut Nicola.

Setelah diidentifikasi, dokter dapat menyelidiki efek jangka panjang yang mungkin akan ditinggalkan oleh kondisi kulitnya itu.

Aspek yang mengkhawatirkan mereka adalah penyakit ini bisa masuk ke dalam tubuh dan ke lapisan perut bocah malang tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Galaktosemia, Penyakit Langka yang Baru Ditemukan di Indonesia?

Apa Itu Galaktosemia, Penyakit Langka yang Baru Ditemukan di Indonesia?

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 17:01 WIB

Indonesia Belum Punya Laboratorium Untuk Diagnosis Penyakit Langka

Indonesia Belum Punya Laboratorium Untuk Diagnosis Penyakit Langka

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 13:01 WIB

Diprediksi, Jumlah Pasien Penyakit Langka di Indonesia Capai 25 Juta Orang

Diprediksi, Jumlah Pasien Penyakit Langka di Indonesia Capai 25 Juta Orang

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 10:49 WIB

Terkini

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:32 WIB

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:18 WIB

×