Studi London: Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19 daripada Pria

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Studi London: Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19 daripada Pria
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 (Unsplash)

Wanita justru lebih berisiko mengalami Long Covid-19 atau gejala virus corona yang tak hilang setelah sembuh daripada pria.

Suara.com - Beberapa pasien virus corona Covid-19 hanya mengalami gejala ringan dan berlangsung singkat. Tapi, ada pula yang gejalanya tidak hilang meski sudah dinyatakan sembuh dari virus corona Covid-19, yang disebut sebagai Long Covid-19.

Kini, para peneliti dari King's College London telah berusaha mencari tahu pasien virus corona Covid-19 yang mengalami Long Covid-19. Temuan mereka menunjukkan bahwa wanita lebih mungkin terkena Long Covid-19 daripada pria.

Dr Claires Steves, yang mengerjakan penelitian ini mengatakan data awal yang keluar adalah pria jauh lebih berisiko menderita penyakit parah dan meninggal akibat virus corona daripada wanita.

Tapi, sekarang wanita justru lebih berisiko mengalami Long Covid-19 atau gejala virus corona yang tak hilang setelah sembuh daripada pria.

Baca Juga: Pasien OTG Corona Makin Melejit, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 2.515 Orang

Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko Long Covid-19 termasuk usia di atas 50 tahun, memiliki berat badan berlebih dan menderita asma.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Sementara itu, mereka yang mengalami lebih dari sekedar batuk saat terinfeksi virus corona Covid-19 berisiko lebih tinggi terkena Long Covid-19.

"Memiliki lebih dari 5 gejala yang berbeda pada minggu pertama salah satu faktor risiko utama Long Covid-19," jelas Dr Steves dikutip dari The Sun.

Penemuan ini berasal dari aplikasi Covid Symptom Study, yang sekarang ini digunakan oleh lebih dari 4,3 juta orang Inggris.

Dalam studi yang dipublikasikan secara online tersebut, para peneliti menggunakan data dari aplikasi untuk menemukan pola yang terkait dengan Long Covid-19.

Baca Juga: Cara Mencegah Gejala Nyeri Leher Selama Sekolah dan Work From Home

"Kami menggunakan data klinis lebih dari 4 juta orang yang mengunduh aplikasi Studi Gejala Covid oleh ZOE dan KCL, kami memiliki wawasan unik tentang masalah jangka panjang yang diderita oleh pasien virus corona Covid-19 yang tidak pergi ke rumah sakit," kata Tim Spector, peneliti utama studi tersebut.

Komentar