Rawat Intensif 60 Hari, Pria Ini Meninggal Dunia akibat Long Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:36 WIB
Rawat Intensif 60 Hari, Pria Ini Meninggal Dunia akibat Long Covid-19
Ilustrasi pasien (Unsplash)

Suara.com - Seorang pasien virus corona Covid-19 meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 60 hari dan sempat dinyatakan sembuh.

Awalnya, Roehl Ribaya, pasien virus corona Covid-19 itu bertahan hidup selama 48 hari dengan alat bantu ventilator di Rumah Sakit Blackpool Victoria. Ia kemudian 12 hari menjalani rawat inap di bangsal biasa sebelum akhirnya diizinkan pulang pada 14 Agustus 2020.

Tapi, insinyur kedirgantaraan Filipina ini tidak pernah sembuh total dari gejala virus corona Covid-19. Ia pun meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung pada 13 Oktober 2020.

Penyebab kedua kematian pria itu adalah fibrosis paru pascara terinfeksi virus corona Covid-19 atau dikenal dengan gejala long Covid-19.

"Dia merasa sangat sesak sepanjang waktu.Kami berharap semua orang ikuti protokol kesehatan yang disarankan untuk menghentikan virus corona. Kami tidak ingin ada yang mati lagi," kata perawat Stella Ricio-Ribaya yang tinggal di St Annes di Lancashire dikutip dari The Sun.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Menurutnya, pasien bisa mengalami efek jangka panjang setelah dinyatakan sembuh dari virus corona Covid-19 dan hidupnya tidak akan normal kembali. Seseorang akan merasa napasnya menjadi lebih sulit dan seringkali telat dilarikan ke rumah sakit.

"Covid-19 adalah silent killer, yang bisa mengambil nyawa semua orang dari segala usia," jelasnya.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa 75 persen pasien yang dirawat di rumah sakit dengan virus corona Covid-19 terus menderita masalah yang berkelanjutan.

"Layanan kesehatan dan perawatan sosial belum dilengkapi untuk mendukung orang yang hidup dengan virus corona Covid-19. Staf membutuhkan informasi dan pendidikan yang lebih baik tentang efek jangka panjang," jelas National Institute for Health Research.

Adapun beberapa gejala Covid-19 panjang menurut pendiri Post Covid Syndrome Group, Claire Hastie, antara lain:

  • Rambut rontok
  • Suhu tinggi
  • Diare
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Insomnia
  • Disorientasi
  • Masalah kognitif
  • Sakit otot dan badan
  • Denyut jantung lebih dari 100 kali per menit

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien OTG Corona Makin Melejit, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 2.515 Orang

Pasien OTG Corona Makin Melejit, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 2.515 Orang

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:35 WIB

Peneliti Sebut Masker dan Jaga Jarak Tak Cukup untuk Cegah Virus Corona

Peneliti Sebut Masker dan Jaga Jarak Tak Cukup untuk Cegah Virus Corona

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 10:24 WIB

Ahli Penn State Temukan Sampo Bayi Bisa Bunuh Virus Corona 99,9 Persen

Ahli Penn State Temukan Sampo Bayi Bisa Bunuh Virus Corona 99,9 Persen

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:23 WIB

Terkini

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB