Kata Kemenkes Soal Perbedaan Data Kasus Covid-19 di Pusat dan Daerah

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:14 WIB
Kata Kemenkes Soal Perbedaan Data Kasus Covid-19 di Pusat dan Daerah
Sekjen Kemenkes Oscar Primadi. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Data kasus Covid-19 antara pemerintah pusat dengan daerah nampak sering berbeda. Hal ini tentu membuat banyak masyarakat merasa bingung. Seperti kasus data daerah Provinsi Jawa Tengah pada 20 Oktober yang mencatat ada 2.348 orang meninggal dunia. Sementara, data pemerintah pusat hanya menyebut 1.607 orang meninggal dunia di Jawa Tengah. Kenapa bisa terjadi perbedaan data kasus Covid-19 di pusat dan daerah?

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi mengatakan, ketidaksesuaian data ini salah satunya disebabkan oleh waktu penginputan yang tidak sama dan bergerak dinamis, sehingga verifikasi dan validasi data berbeda.

Lebih lanjut, dia mengaku bahwa pihaknya pun saat ini memang terus melakukan perbaikan sistem agar ada validasi dan verifikasi untuk pengharmonisasian yang sesuai dengan data dari pemerintah daerah.

“Saat ini perbaikan sistem sudah terbangun. Kita juga sudah punya satu sistem dengan cara yang sama dan bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pusat,” ujar Oscar dalam diskusi secara virtual, Rabu (21/10/2022).

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan biasanya perbedaan data itu terjadi karena double input data yang menyebabkan data pusat dan pihaknya tidak sama.

“Kami juga menemukan double input data. Dan kami terus melakukan verifikasi dan validasi. Tetapi, perbedaan ini bukan masalah carut marut, dan data ini dinamis dan memang kita perlu mencocokkan,” jelasnya.

Dia pun memastikan ke depan antara data Pemprov Jateng dengan pemerintah pusat tak akan kembali berbeda, karena nantinya terkait variabel pengambilan data tersebut dilakukan dengan sistem yang sama.

“Perbedaan data itu sebenarnya hanya berbeda sementara, karena ya tadi, kasus Covid-19 ini dinamis. Tetapi kami juga sudah beberapa waktu lalu melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait variabel dalam mengambil data untuk saling menyamakan,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Tembus 7,6 Juta, India Bakal Vaksinasi Seluruh Warga

Kasus Covid-19 Tembus 7,6 Juta, India Bakal Vaksinasi Seluruh Warga

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:05 WIB

Jelang Libur Panjang, Epidemiologi UI: Minimal Pergi ke Wilayah Zona Kuning

Jelang Libur Panjang, Epidemiologi UI: Minimal Pergi ke Wilayah Zona Kuning

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:57 WIB

Studi London: Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19 daripada Pria

Studi London: Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19 daripada Pria

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:44 WIB

Terkini

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB