Pakar IPB Ungkap Manfaat Jamur untuk Ketahanan Pangan Indonesia

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 22 Oktober 2020 | 08:20 WIB
Pakar IPB Ungkap Manfaat Jamur untuk Ketahanan Pangan Indonesia
Masak jamur enoki. (Shutterstock)

Suara.com - Jamur kian dilirik sebagai bahan pangan alternatif karena memiliki beragam jumlah dan manfaat.

Bahkan menurut Guru Besar bidang mikologi IPB University Prof. Dr. Lisdar A. Manaf, jamur berpotensi besar untuk membantu dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan keragaman pangan di Indonesia.

"Jamur mempunyai kesempatan besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Jamur di Indonesia memiliki keragaman produk yang lebih banyak dibandingkan bahan pangan lainnya, karena disamping mempunyai zat gizi dan non-gizi yang baik bagi kesehatan, jamur juga dapat diolah dari tiga sumber yaitu tubuh buah jamur, miselium dan metabolit hasil fermentasinya," ujar Lisdar dalam keterangan IPB University, dilansir ANTARA.

Menurut dia, masyarakat Indonesia masih belum terbiasa mengonsumsi jamur padahal tanaman itu memiliki kandungan nutrisi tinggi. Jamur juga merupakan pilihan terbaik sebagai pangan.

Hal itu karena jamur kaya akan gizi terutama protein nabati dengan kadarnya mencapai 10 persen atau lebih tinggi dari kadar protein sayuran. Tidak hanya itu, kandungan karbohidrat pada jamur lebih dari 50 persen yang dapat menjadikannya alternatif dalam upaya penuntasan gizi buruk atau stunting.

"Jamur mempunyai kesempatan besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Jamur di Indonesia memiliki keragaman produk yang lebih banyak dibandingkan bahan pangan lainnya, karena disamping mempunyai zat gizi dan nongizi yang baik bagi kesehatan, jamur juga dapat diolah dari tiga sumber yaitu tubuh buah jamur, miselium dan metabolit hasil fermentasinya," ujar dosen Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University itu.

Dia memberi contoh berbagai kegunaan jamur seperti jamur tiram yang merupakan jenis jamur paling sering dibudidayakan oleh masyarakat dapat diekstrak menjadi bahan obat. Ekstrak tersebut dapat diperoleh dari filtrat kulturnya.

Selain itu tubuh buah jenis jamur tertentu seperti Ganoderma dapat diekstrak untuk bahan tambahan pangan sekaligus suplemen, immunostimulan dan antivirus. Maka dari itu diperlukan dukungan dan promosi serta pengetahuan biologi dalam produksi jamur dan pemasarannya.

Indonesia saat ini masih tertinggal dari Thailand terkait produksi jamur sebagai pangan fungsional. Negeri Gajah Putih itu telah lebih dulu mengembangkan jamur-jamur tropis sementara di Indonesia jenis yang dikembangkan baru tiram saja, jenis lain seperti merang masih dibudidayakan secara tradisional dan berskala kecil.

Baca Juga: Cek Kesehatan Kuku, Waspada Tanda Penyakit Tertentu!

Padahal, budi daya jamur cukup mudah, murah serta ramah lingkungan karena dapat memanfaatkan limbah pertanian.

Karena itu dia berharap Kementerian Pertanian untuk memberi perhatian kembali dalam pengembangan produk dan budi daya jamur dan kembali melirik Kelompok Kerja Nasional Jamur Indonesia (Pojaknas Jamindo).

Harapannya ke depan agar dapat membangun Mushroom Center sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan pembibitan bagi produk berbasis jamur.

Dia juga berharap pusat pengembangan jamur itu mendapatkan dukungan, seperti yang terjadi di Korea Selatan dengan Mushroom Center yang difasilitasi infrastruktur dari hulu ke hilir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI