Cabai Habanero Terpedas Kini Dikembangkan di Indonesia, Apa Keunggulannya Dibanding Varietas Impor?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 15 Juli 2026 | 15:35 WIB
Cabai Habanero Terpedas Kini Dikembangkan di Indonesia, Apa Keunggulannya Dibanding Varietas Impor?
Unsplash/ Martijn Hendrikx

Suara.com - Cabai habanero (Capsicum chinense) yang berasal dari Meksiko selama ini dikenal sebagai salah satu cabai terpedas di dunia. Berdasarkan Scoville Heat Units (SHU), tingkat kepedasannya berkisar 100.000–350.000 SHU, jauh di atas cabai rawit yang umumnya berada pada kisaran 50.000–100.000 SHU.

Popularitas cabai ini mendorong ahli pemuliaan tanaman IPB University, Prof. Muhamad Syukur, mengembangkan varietas habanero yang lebih adaptif terhadap kondisi Indonesia.

"Pada dasarnya cabai habanero di Indonesia belum ada. Yang telah terdaftar sebelumnya hanya Katokkon Sayang dari Sulawesi Selatan. Karena itu, varietas habanero rakitan IPB University menjadi yang pertama memperoleh perlindungan varietas tanaman," kata Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University tersebut.

Empat varietas habanero lokal

Melalui penelitian selama enam tahun, Prof. Syukur dan tim berhasil menghasilkan empat varietas habanero, yaitu Tabia Sala 1 IPB, Margi 2 IPB, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB. Keempatnya telah terdaftar di Kementerian Pertanian dan memperoleh Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Masing-masing varietas memiliki warna dan tingkat kepedasan yang berbeda. Tabia Sala 1 IPB berwarna merah dengan tingkat kepedasan paling tinggi, mencapai 1–1,3 juta SHU. Sementara itu, Margi 2 IPB yang berwarna peach, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB memiliki tingkat kepedasan sekitar 350.000–500.000 SHU.

"Tabia Sala 1 IPB memiliki tingkat kepedasan ekstrem, sedangkan tiga varietas lainnya tetap berada pada kategori cabai super pedas," ujar Prof. Syukur.

Dirancang untuk iklim Indonesia

Selain menghasilkan tingkat kepedasan tinggi, penelitian ini juga bertujuan mengatasi kelemahan cabai habanero impor yang umumnya kurang mampu beradaptasi dengan iklim tropis.

baca juga

Melalui proses pemuliaan tanaman, varietas habanero IPB dikembangkan agar lebih sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia, termasuk memiliki daya adaptasi yang lebih baik terhadap iklim dan gangguan hama.

Saat ini benih keempat varietas tersebut telah diproduksi dan didistribusikan melalui Benih Dramaga, sehingga mulai dapat dimanfaatkan oleh petani di berbagai daerah.

Menurut Prof. Syukur, peluang pengembangannya cukup besar. Di dalam negeri, cabai dengan tingkat kepedasan tinggi banyak dibutuhkan industri makanan karena penggunaan cabai menjadi lebih efisien. Salah satu perusahaan di Bogor bahkan telah menyatakan minat mengembangkan bubuk cabai dari varietas habanero IPB.

Selain pasar domestik, varietas ini juga dinilai memiliki peluang ekspor, termasuk ke Korea Selatan sebagai bahan baku hot pack, produk penghangat tubuh yang digunakan saat musim dingin.

Namun, perjalanan penelitian tersebut tidak mudah. Prof. Syukur mengaku timnya menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan, lahan penelitian dan rumah kaca, kebutuhan tenaga pendukung, hingga mahalnya peralatan untuk mengukur tingkat kepedasan cabai.

Meski demikian, ia berharap inovasi ini dapat membuka peluang baru bagi petani sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam pengembangan varietas cabai super pedas di pasar global.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:42 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:35 WIB

Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 14:07 WIB

Terkini

Toyota Tantang Kemampuan Siswa SMK Lewat Donasi Mesin Mobil Kejar Ketertinggalan Dunia Industri

Toyota Tantang Kemampuan Siswa SMK Lewat Donasi Mesin Mobil Kejar Ketertinggalan Dunia Industri

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:30 WIB

Bye Kulit Kering! Ini 5 Pilihan Body Wash Mengandung Hyaluronic Acid

Bye Kulit Kering! Ini 5 Pilihan Body Wash Mengandung Hyaluronic Acid

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:28 WIB

Rumah Digeledah KPK, Apa Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal WTP Muara Enim?

Rumah Digeledah KPK, Apa Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal WTP Muara Enim?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:28 WIB

Masuki Tahun ke-10, Seluruh Anggota NCT 127 Resmi Memperpanjang Kontrak

Masuki Tahun ke-10, Seluruh Anggota NCT 127 Resmi Memperpanjang Kontrak

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:21 WIB

Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri

Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri

Jogja | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:17 WIB

Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing

Serum atau Moisturizer Dulu? Panduan untuk Kulit Sehat dan Glowing

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:15 WIB

Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta

Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:14 WIB

Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan

Kakanwil Pastikan Layanan Imigrasi Lebih Dekat untuk Masyarakat Padangsidimpuan

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:13 WIB

Bos BCA Sindir Penemuan Emas 74Kg di Rumah Eks Jampidsus: Kurang Pintar

Bos BCA Sindir Penemuan Emas 74Kg di Rumah Eks Jampidsus: Kurang Pintar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:11 WIB

Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya

Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya

Surakarta | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:10 WIB

×