Jangan Abaikan Perubahan Rasa Makanan, Bisa Jadi Tanda Virus Corona!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 22 Oktober 2020 | 09:43 WIB
Jangan Abaikan Perubahan Rasa Makanan, Bisa Jadi Tanda Virus Corona!
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang kurang menyadari dirinya terinfeksi virus corona Covid-19 atau tidak. Karena, virus corona Covid-19 memengaruhi setiap orang dengan cara berbeda.

Salah satu gejala virus corona Covid-19 yang dianggap umum, termasuk hilangnya indra penciuman dan rasa. Tapi, laporan anekdotal menunjukkan bahwa virus tidak hanya membuat kemampuan rasa dan penciuman seseorang tidak efektif.

Virus corona ini juga bisa mengubah pengalaman sensorik, termasuk mengubah rasa makanan dan minuman. Efek ini telah dibuktikan oleh Kate McHenry, pasien virus corona yang mengalami gangguan selera.

"Saya suka makanan enak, pergi ke restoran, minum dengan teman-teman, tapi sekarang semuanya sudah hilang," kata Kate McHenry mengutip dari Express, Kamis (22/10/2020).

McHenry mengaku daging yang dikonsumsinya terasa seperti bensin dan prosecco terasa seperti apel busuk. Bahkan ia juga mencium bau yang tak enak pada pasangannya.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

"Segala sesuatu seperti memiliki rasa dan bau yang sangat kuat, saya tidak bisa merasakannya. Saya kebanyakan mengonsumsi makanan Jamaika dan tidak bisa merasakannya sama sekali. Semuanya terasa seperti kertas atau karton," jelasnya.

Satu studi terbaru oleh Northwestern Medicine mengamati hilangnya rasa pada hampir 16 persen pasien virus corona Covid-19. Lalu, mereka menemukan hilangnya indra penciuman akibat virus corona terjadi pada 11 persen pasien.

Studi tersebut melibatkan 509 pasien dengan gejala virus corona sangat parah sehingga membutuhkan rawat inap.

Menurut NHS, seseorang harus melakukan tes medis segera bila memiliki gejala utama virus corona Covid-19. Selama menunggu hasil tes medis, Anda juga disarankan untuk tetap di rumah dan tidak menerima tamu.

Adapun gejala utama virus corna Covid-19 termasuk suhu tinggi, batuk persisten yang biasanya terjadi selama 24 jam lebih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Relawan Vaksin Virus Corona AstraZeneca Meninggal, Uji Klinis Berlanjut!

Relawan Vaksin Virus Corona AstraZeneca Meninggal, Uji Klinis Berlanjut!

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 08:34 WIB

Kasus Positif Corona Naik Tajam, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen Lebih

Kasus Positif Corona Naik Tajam, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen Lebih

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2020 | 07:55 WIB

Bawa Ormas dan Duduki RS, Keluarga Jemput Paksa Pasien Corona di Cengkareng

Bawa Ormas dan Duduki RS, Keluarga Jemput Paksa Pasien Corona di Cengkareng

Jakarta | Kamis, 22 Oktober 2020 | 05:36 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB