Menurunkan Berat Badan setelah 50 Tahun Minimalisir Risiko Kanker Payudara

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 17:00 WIB
Menurunkan Berat Badan setelah 50 Tahun Minimalisir Risiko Kanker Payudara
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Suara.com - Wanita yang menurunkan berat badan setelah usia 50 tahun dan mempertahankannya, berisiko lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang beratnya tetap sama.

Demikian menurut sebuah studi dari para peneliti di American Cancer Society, Harvard TH Chan Scool of Public Health, dan lainnya.

Studi tersebut dipublikasikan 17 Desember 2019 di Journal of National Cancer Institute.

Dilansir dari laman Cancer.org, kelebihan berat badan adalah risiko yang diketahui untuk kanker payudara setelah menopause. Tetapi ini adalah studi besar pertama yang menunjukkan bahwa menurunkan berat badan dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Namun temuan itu tidak termasuk wanita yang menggunakan terapi hormon pasca menopause.

Para peneliti mengamati 180.885 wanita dari 10 studi di Proyek Pooling Studi Prospektif Diet dan Kanker. Mereka mencatat berat badan para wanita sebanyak 3 kali selama sekitar 10 tahun, yakni ketika mereka mendaftar, sekitar 5 tahun kemudian, dan sekitar 5 tahun setelah itu. Penurunan berat 2 kilogram atau kurang (sekitar 4,4 lbs) dianggap stabil.

Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)

Mereka menemukan semakin banyak wanita kehilangan berat badan, semakin rendah risiko mereka terkena kanker payudara. Kehilangan berat badan sedikit saja bahkan dapat menurunkan risiko.

Lauren Teras, PhD, penulis utama studi tersebut mengatakan bahwa mendapatkan berat badan yang sehat memiliki banyak manfaat kesehatan dan merupakan tujuan yang baik untuk semua orang.

Mendapatkan berat badan yang sehat dan mempertahankannya memang tidaklah mudah bagi kebanyakan orang. Tapi menurunkan berat badan bahkan dalam jumlah kecil, misalnya setengah pon (0,2 kg) seminggu adalah awal yang baik.

Penemuan ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk menurunkan berat badan, tentunya secara sehat. Ini juga berlaku untuk wanita yang telah menambah berat badan bahkan setelah usia 50 tahun.

baca juga

"Hasil kami menunjukkan bahwa bahkan menurunkan berat badan yang berkelanjutan dalam jumlah sedang dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah bagi wanita, lebih dari 50," kata Lauren Teras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oktober Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Simak 5 Fakta Pentingnya

Oktober Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Simak 5 Fakta Pentingnya

Health | Senin, 19 Oktober 2020 | 20:15 WIB

Menyehatkan, Konsumsi 4 Makanan Penurun Risiko Kanker Payudara

Menyehatkan, Konsumsi 4 Makanan Penurun Risiko Kanker Payudara

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:42 WIB

Keterlambatan Diagnosis Kanker Payudara pada Pria Bisa Berakibat Fatal

Keterlambatan Diagnosis Kanker Payudara pada Pria Bisa Berakibat Fatal

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 07:46 WIB

Terkini

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×