Mau Pangkas Lemak Perut? Berbagai Studi Sarankan 5 Cara Ini

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:37 WIB
Mau Pangkas Lemak Perut? Berbagai Studi Sarankan 5 Cara Ini
Lemak Perut. (Shutterstock)

Suara.com - Lemak perut tak hanya mengganggu penampilan namun juga kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara lemak perut dengan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Dengan begitu, menghilangkan lemak di perut cukup penting untuk alasan kesehatan. Melansir dari Healthline, ada beberapa studi yang menunjukkan cara memangkas lemak di perut. Apa saja?

1. Hindari Makanan dan Minuman Bergula

Makanan dengan tambahan gula buruk bagi kesehatan karena bisa menyebabkan penambahan berat badan.

Studi menunjukkan bahwa tambahan gula memiliki efek berbahaya yang unik pada kesehatan metabolisme. Kelebihan gula dalam jumlah besar dapat menyebabkan penumpukan lemak di sekitar perut dan hati.

2. Konsumsi Lebih Banyak Protein

Protein mungkin menjadi makronutrien terpenting untuk menurunkan berat badan. Protein bisa menurunkan 60 persen keinginan makan, meningkatkan metabolisme hingga 80-100 kalori per hari, dan mengurangi konsumsi kalori sampai 441 kalori per hari.

Protein disebut sangat efektif dalam mengurangi lemak perut. Satu studi menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak protein memiliki lebih sedikit lemak perut.

3. Konsumsi Lebih Sedikit Karbohidrat

Makan lebih sedikit karbohidrat sangat efektif untuk menghilangkan lemak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengurangi karbohidrat bantu menurunkan berat badan.

Lebih dari 20 studi terkontrol secara acak telah menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat terkadang menyebabkan penurunan berat badan 2-3 kali lebih banyak daripada diet rendah lemak.

4. Konsumsi Makanan Kaya Serat

Makan banyak serat dapat membantu menurunkan berat badan. Satu studi review menemukan bahwa tambahan 14 gram serat per hari dikaitkan dengan penurunan 10 persen asupan kalori dan penurunan berat badan sekitar 4,5 pound atau 2 kg selama 4 bulan.

Cara terbaik untuk mendapatkan lebih banyak serat adalah dengan makan banyak makanan nabati, termasuk sayur, buah, kacang-kacangan, hingga biji-bijian.

sayuran, vegetarian (Pixabay/congerdesign)
sayuran, vegetarian (Pixabay/congerdesign)

5. Olahraga Teratur

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Manfaat Terong, Ternyata Baik untuk Diet dan Menjaga Kesehatan Jantung

4 Manfaat Terong, Ternyata Baik untuk Diet dan Menjaga Kesehatan Jantung

Jogja | Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:35 WIB

Hilangkan Pipi Tembam, Coba Pangkas Lemak Wajah dengan 5 Cara Ini

Hilangkan Pipi Tembam, Coba Pangkas Lemak Wajah dengan 5 Cara Ini

Health | Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:14 WIB

Menurunkan Berat Badan setelah 50 Tahun Minimalisir Risiko Kanker Payudara

Menurunkan Berat Badan setelah 50 Tahun Minimalisir Risiko Kanker Payudara

Health | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB