Hoaks Kesehatan Terbanyak Ketiga, BPOM Ajak Milenial Jadi Food Heroes

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:52 WIB
Hoaks Kesehatan Terbanyak Ketiga, BPOM Ajak Milenial Jadi Food Heroes
Ilustrasi hoaks. (Shutterstock)

Suara.com - Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2018 hingga 2019, menunjukkan hoaks kesehatan, termasuk isu obat dan makanan, berada di peringkat ketiga sebagai hoaks terbanyak. Hoaks kesehatan ini terdiri dari 401 konten atau 10,28 persen, tepat setelah isu politik 24,94 persen dan isu pemerintahan 19,05 persen.


Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K. Lukito, meminta generasi muda, khususnya milenial, menjadi Pahlawan Pangan atau Food Heroes dengan memilih pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Para milenial ini diminta untuk memberi informasi yang akurat kepada para orangtua agar tidak mudah termakan hoaks.

"Generasi muda juga dapat mendorong orang tua dan kerabat untuk membeli produk pangan lokal dan menjadi Duta Keamanan Pangan yang menyebarkan informasi tentang Keamanan Pangan,” ujar Penny dalam acara webinar 'Milenial Keamanan Pangan', Selasa (27/10/2020).

“Badan POM tak henti mengajak generasi muda untuk menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. Jangan mudah termakan isu atau hoaks di media sosial,” sambung Penny.

Acara webinar yang jadi salah satu rangkaian Hari Pangan Dunia pada 16 Oktober 2020 ini menyasar kaum muda, karena menurut Penny para anak muda adalah sosok yang melek informasi, dan kerap melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan kembali informasi tersebut.

"Generasi muda sebagai kaum intelektual harus 'melek informasi', apalagi informasi yang belum diketahui keberadaanya," jelas Penny.

Dalam imbauannya saat membuka acara, Penny juga menyebutkan infromasi bisa diperoleh melalui sumber informasi yang valid. Contohnya apabila berhubungan dengan keamanan pangan website, instagram, twitter, maupun YouTube BPOM bisa jadi salah satu sumber referensi.

Berbicara keamanan pangan, berbelanja online juga salah satu yang harus diwaspadai, karena kata Penny, masih banyak penjual atau situs yang menjual pangan olahan yang melanggar.

Terbukti sejak Januari hingga September 2020, BPOM telah mengusulkan kepada Kemenkominfo dan e-Commerce untuk melakukan take down 12.427 link situs atau platform terkait pangan olahan yang melanggar ketentuan, termasuk menjual pangan olahan ilegal/Tanpa Izin Edar (TIE) dan tidak memenuhi persyaratan (label yang over claimed).

baca juga

“Para pemuda dan pemudi generasi milenial harus proaktif menjadi agen perubahan. Selalu kampanyekan adaptasi kebiasaan baru pada era new normal, tebarkan semangat positif untuk membangun negeri dengan jalani hidup sehat dan cerdas dalam memilih pangan yang aman, bermutu, dan bergizi," tutup Penny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Kucurkan Rp 11,7 Miliar untuk Lawan Hoaks di Indonesia

Google Kucurkan Rp 11,7 Miliar untuk Lawan Hoaks di Indonesia

Tekno | Senin, 26 Oktober 2020 | 21:42 WIB

Kritik Anies Baswedan, Milenial Influencer Ini Minta Perbaiki Komunikasinya

Kritik Anies Baswedan, Milenial Influencer Ini Minta Perbaiki Komunikasinya

Jogja | Minggu, 25 Oktober 2020 | 18:15 WIB

Kominfo Mengaku Tak Bisa Semena-mena Blokir Media Sosial

Kominfo Mengaku Tak Bisa Semena-mena Blokir Media Sosial

Tekno | Senin, 19 Oktober 2020 | 23:54 WIB

Terkini

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

×