Studi Jerman: Polusi Udara Berkontribusi pada 15 Persen Kematian Covid-19

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:52 WIB
Studi Jerman: Polusi Udara Berkontribusi pada 15 Persen Kematian Covid-19
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa polusi udara berkontribusi pada kematian akibat Covid-19 hingga 15 persen. Hal ini dinyatakan dalam sebuah studi yang terbit pada jurnal Cardiovascular Research.

Melansir dari Healthshoots, sekitar 15 persen kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia dapat dikaitkan dengan paparan jangka panjang terhadap polusi udara.

Para peneliti, termasuk dari Max Planck Institute for Chemistry di Jerman menemukan bahwa di Eropa proporsi kematian akibat Covid-19 yang terkait dengan polusi udara mencapai 19 persen, di Amerika Utara 17 persen, dan di Asia Timur sekitar 27 persen.

Tim mencatat bahwa proporsi kematian tersebut adalah perkiraan kematian yang sebenarnya dapat dihindari jika paparan polusi udara kontrafaktual lebih rendah tanpa emisi terkait bahan bakar fosil dan antropogenik lainnya.

"Fakta bahwa polusi udara dapat memperburuk penyakit penyerta dan kondisi kesehatan lainnya yang dapat menyebabkan keparahan akibat infeksi virus," kata mereka.

“Karena jumlah kematian akibat Covid-19 terus meningkat, tidak mungkin untuk memberikan jumlah pasti atau akhir kematian Covid-19 per negara yang dapat dikaitkan dengan polusi udara,” kata Profesor Jos Lelieveld dari Max Planck Institute.

Profesor Thomas Munzel dari Universitas Johannes Gutenberg di Jerman yang juga terlibat dalam penelitian mencatat bahwa ketika orang menghirup udara yang tercemar, partikel pencemar yang sangat kecil berukuran PM2.5, berpindah dari paru-paru ke darah dan pembuluh darah. Paparan ini dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif parah.

Polusi udara. [shutterstock]
Polusi udara. [shutterstock]

“Ini menyebabkan kerusakan pada lapisan dalam arteri, endotelium, dan menyebabkan penyempitan dan pengerasan arteri. Virus covid-19 juga masuk ke tubuh melalui paru-paru, menyebabkan kerusakan serupa pada pembuluh darah,” kata Munzel.

“Jika paparan jangka panjang terhadap polusi udara dan infeksi virus covid-19 bersatu, maka akan memiliki efek samping tambahan pada kesehatan, terutama yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan kerentanan yang lebih besar dan ketahanan terhadap covid-19,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyintas Covid-19 di Kabupaten Pinrang Minta Tidak Dikucilkan

Penyintas Covid-19 di Kabupaten Pinrang Minta Tidak Dikucilkan

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:25 WIB

Gubernur Banten: Vaksin Covid-19 Gratis Untuk Warga Banten Siap November

Gubernur Banten: Vaksin Covid-19 Gratis Untuk Warga Banten Siap November

Banten | Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:45 WIB

Hits: Hasil Positif Palsu Tes Covid-19, Risiko Mengonsumsi Susu & Daging

Hits: Hasil Positif Palsu Tes Covid-19, Risiko Mengonsumsi Susu & Daging

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:20 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×