Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Cutaneous Larva Migrans

Rifan Aditya

Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:51 WIB
Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Cutaneous Larva Migrans
Unggahan Anji [Instagram/@duniamanji]

Suara.com - Baru-baru ini penyakit Cutaneous Larva Migrans (CLM) menjadi perbincangan setelah musisi Anji membuat pengakuan bahwa anaknya menderita penyakit tersebut. Lantas apa itu Cutaneous Larva Migrans (CLM)? Bagaimana penyebab, gejala dan cara mengobati Cutaneous Larva Migrans (CLM)?

Cutaneous Larva Migrans (CLM) merupakan penyakit pada kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh cacing. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja namun seringkali dialami oleh orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Penyakit ini merupakan penyakit endemik yang sering dijumpai di daerah Asia Tenggara, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Penyebab Cutaneous Larva Migrans

Penyakit Cutaneous Larva Migrans (CLM) ini disebabkan oleh aktivitas cacing tambang Ancylostoma Braziliense, Ancylostoma Ceylanicum, Ancylostoma Caninum dan Strongloides yang berada pada kotoran kucing dan anjing.

Telur dan cacing tambang tersebut keluar bersamaan dengan kotoran kucing dan anjing dan berkembang pada area pasir maupun tanah yang lembab dan berkembang menjadi larva.

Aktivitas yang menyebabkan penyakit ini timbul ke manusia yaitu seperti sering berjalan dengan kaki telanjang, berjemur di bawah sinar matahari.

Gejala Cutaneous Larva Migrans

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit Cutaneous Larva Migrans (CLM) biasanya tidak muncul secara langsung dan tidak disadari oleh penderitanya.

baca juga

Namun terhadap tanda-tanda umum yang dapat diamati yakni kulit terlihat jalur berwarna merah yang berliuk-liuk yang merupakan jalan cacing tambang ke dalam kulit, kulit membengkak dan gatal.

Saat cacing masuk ke dalam kulit akan terasa gatal dan panas. Rasa gatal panas terasa pada malam hari yang jika digaruk akan mengalami infeksi.

Cara Mengobati Cutaneous Larva Migrans

Penyakit Custaneous Larva Mirgrans merupakan penyakit yang tergolong yang dapat sembuh tanpa pengobatan namun hal itu membuat kondisi tubuh tidak nyaman karena gatal dan panas.

Oleh karena itu, pengobatan penyakit ini perlu dilakukan untuk mempercepat terjadi penyembuhan. Dalam mengobati Cutaneous Larva Migrans (CLM), penderita dapat menggunakan obat ivermectin, albendazole dan mebendazole dengan dosis tunggal dapat membutuh larva secara cepat.

Selain itu, penderita juga dapat melakukan pengobatan pada kulit seperti mengoleskan thiabendazole kepada kulit.

Demikian penjelasan tentang apa itu Cutaneous Larva Migrans (CLM) dan penyebab, gejala serta cara mengobati Cutaneous Larva Migrans (CLM).

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, Begini Penampakan Tangan Anak Anji yang Kemasukan Cacing

Ngeri, Begini Penampakan Tangan Anak Anji yang Kemasukan Cacing

Entertainment | Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:28 WIB

Ilmuwan Sebut Covid-19 Mungkin Akan Jadi Endemik, Apa Artinya?

Ilmuwan Sebut Covid-19 Mungkin Akan Jadi Endemik, Apa Artinya?

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:30 WIB

Penyakit Ini Mengintai Anda yang Sering Memangku Laptop

Penyakit Ini Mengintai Anda yang Sering Memangku Laptop

Health | Jum'at, 26 Juni 2015 | 15:10 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×