Ilmuwan Sebut Covid-19 Mungkin Akan Jadi Endemik, Apa Artinya?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:30 WIB
Ilmuwan Sebut Covid-19 Mungkin Akan Jadi Endemik, Apa Artinya?
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Tidak ada yang dapat memastikan perkembangan virus Corona (Covid-19) di masa depan. Namun, para ilmuwan percaya bahwa Covid-19 akan hilang dalam waktu dekat.

Ketika vaksin sudah tersedia dan penyakit ini akan ditambahkan ke kelompok penyakit menular, yang dikenal sebagai endemik dalam populasi manusia. Penyakit endemik merupakan penyakit yang terus-menerus ada di suatu daerah tertentu dan tidak menyebar dengan cepat ke daerah lainnya.

Dengan penyebaran penyakit di seluruh dunia yang meningkat lagi, tampaknya tidak mungkin bahwa tindakan yang tersedia saat ini dapat melakukan lebih dari mengendalikan penyebaran itu.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Ini akan terjadi jika lokasi tertentu mencapai kekebalan populasi. Ketika cukup banyak orang menjadi kebal terhadap suatu penyakit, baik melalui vaksinasi atau infeksi alami, penyebarannya mulai melambat dan jumlah kasus berangsur-angsur menurun.

Namun, bukan berarti akan hilang seketika atau seluruhnya. Di luar daerah manapun dengan kekebalan populasi, mungkin ada banyak lokasi yang masih memiliki cukup individu yang rentan untuk terus ditularkan. Tidak ada ukuran isolasi yang kuat sehingga dapat sepenuhnya menghentikan interksi manusia antar wilayah.

Ada kemungkinan juga bahwa penyebaran infeksi pada akhirnya akan stabil pada tingkat yang konstan sehingga infeksi tersebut muncul di populasi setiap saat. Mungkin pada tingkat yang relatif rendah, dan terkadang dapat diprediksi. Hal inilah yang dimaksud para ahli sebagai endemik.

Beberapa infeksi secara aktif menyebar hampir di mana-mana, tetapi kebanyakn infeksi endemik berada di bagian wilayah tertentu.

Hal ini dapat terjadi bila pengendalian yang efektif berhasil menghilangkan infeksi di tempat lain atau karena kondisi yang diperlukan untuk penularan yang efektif hanya dapat ditemukan di lokasi tertentu. Sebagai contoh adalah kasus malaria, DBD, atau infeksi lain yang ditularkan oleh nyamuk.

Secara teori, suatu infeksi menjadi endemik jika rata-rata setiap individu yang terinfeksi menularkannya ke satu orang lainnya. Dengan kata lain, ketika angka reproduksi (R) = 1. Sebagai perbandingan, selama epidemi ketika penyebaran penyakit meningkat, R lebih dari 1 dan ketika penyebaran menurun melalui tindakan pengendalian atau kekebalan populasi, R menjadi kurang dari 1.

baca juga

Dalam praktiknya, ada sejumlah pola yang dapat diamati pada penyakit endemik. Beberapa mungkin ada pada tingkat rendah sepanjang tahun, sementara yang lain mungkin menunjukkan periode penularan yang lebih tinggi diselingi dengan periode penularan rendah. Ini mungkin terjadi jika faktor musiman memengaruhi seberapa banyak kontak yang dilakukan antar individu, seberapa rentan mereka terhadap penyakit, atau organisme lain yang menyebarkannya seperti serangga.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Meski begitu, para ilmuwan masih belum tahu berapa lama kekebalan dari infeksi Covid-19 akan bertahan atau seberapa baik vaksin akan melindungi manusia. Tetapi virus Corona lain yang endemik pada populasi manusia, seperti virus yang menyebabkan pilek, hanya memberikan kekebalan sementara sekitar satu tahun.

Poin penting lainnya adalah orang-orang dengan kekebalan tubuh jarang tersebar secara merata di seluruh populasi atau negara. Pasti di dalam kasus Covid-19 terdapat daerah yang penularannya lebih intensif.

Dilansir dari IFL Science, Rabu (21/10/2020), bagaimana para ahli menangani Covid-19 setelah menjadi endemik pun akan bergantung pada seberapa baik vaksin dan perawatan yang ditawarkan.

Jika dapat melindungi individu dari gejala yang paling parah, infeksi akan dapat ditangani. Covid-19 kemudian akan menjadi seperti beberapa penyakit lain yang umum ditemukan atau dialami banyak orang selama hidup.

Bergantung pada apakah kekebalan bersifat permanen atau sementara, para ahli mungkin memerlukan pembaruan vaksin tahunan untuk melindungi semua orang atau dapat dikontrol dengan vaksinasi pada usia tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Satuan Waktu Terpendek di Dunia

Ini Satuan Waktu Terpendek di Dunia

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Nobel Kimia: Dua Perempuan Penemu Gunting Genetik yang Mencetak Sejarah

Nobel Kimia: Dua Perempuan Penemu Gunting Genetik yang Mencetak Sejarah

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 10:14 WIB

Dinosaurus Ompong dan Mirip Burung Beo Ditemukan

Dinosaurus Ompong dan Mirip Burung Beo Ditemukan

Tekno | Senin, 12 Oktober 2020 | 13:30 WIB

Penampakan Detail, Bagaimana Covid-19 Menyerang Tubuh

Penampakan Detail, Bagaimana Covid-19 Menyerang Tubuh

Tekno | Senin, 12 Oktober 2020 | 10:00 WIB

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Disebut Tidak Berpengaruh pada Mutasi Virus

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Disebut Tidak Berpengaruh pada Mutasi Virus

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 11:45 WIB

Bikin Dag-Dig-Dug! Gunung Berapi Paling Aktif Ini Siap Meletus

Bikin Dag-Dig-Dug! Gunung Berapi Paling Aktif Ini Siap Meletus

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 06:05 WIB

Terkini

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:09 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar

3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak

Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda

Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:54 WIB

×