Kematian Usai Vaksinasi Flu di Korea Selatan, Ahli China Angkat Bicara

M. Reza Sulaiman
Kematian Usai Vaksinasi Flu di Korea Selatan, Ahli China Angkat Bicara
Ilustrasi vaksin flu. (Sumber: Shutterstock)

Ahli vaksin dari China meminta negara-negara untuk menyikapi kasus kematian usai vaksinasi flu di Korea Selatan secara rasional.

Suara.com - Ahli vaksin dari China meminta negara-negara untuk menyikapi kasus kematian usai vaksinasi flu di Korea Selatan secara rasional.

Dilansir ANTARA, pakar vaksin Tao Lina mengatakan tidak ada bukti yang mengarah bahwa kasus kematian tersebut akibat suntikan vaksin flu.

Namun, ada beberapa negara yang tiba-tiba menghentikan program vaksinasi flu, dan hal itu sangat disayangkan.

Sedikitnya 59 orang di Korsel meninggal setelah mendapatkan suntikan vaksin flu musiman.

Baca Juga: Singapura Hentikan Penggunaan Dua Vaksin Flu, Kenapa?

Pemerintah Korsel, Senin (26/10), menyatakan bahwa kematian tersebut tidak berkaitan dengan vaksinasi massal dan program vaksinasi akan terus berlanjut.

Namun, beberapa negara di Asia panik. Singapura pada Minggu (25/10) menyatakan menghentikan sementara penggunaan vaksin seperti yang digunakan oleh Korsel.

Negara-negara harus tetap waspada terhadap vaksin baru di pasaran nanti dan mengingatkan masyarakatnya untuk bersikap rasional terhadap vaksin flu yang justru akan membantu memerangi COVID-19 tahun ini, kata Tao.

Di Korsel, vaksin flu tersebut diberikan untuk menghadapi musim dingin seperti halnya di China.

Namun, di beberapa wilayah di China permintaan vaksin flu meningkat dibandingkan dua tahun lalu yang rata-rata hanya dua persen.

Baca Juga: Jokowi Minta Erick Thohir Siapkan Jurus Jitu Cegah Hoaks Soal Vaksin Covid

Pada 8 September, sejumlah fasilitas kesehatan di China telah menyuntikkan 15,87 juta dosis vaksin flu. Beberapa pengamat memperkirakan pada tahun ini akan mencapai 50 juta dosis.

Tingkat vaksinasi tahun ini akan mencapai 4 persen, seperti perkiraan Feng Luzhao, pakar kesehatan masyarakat Peking Union Medical College. [ANTARA]

Komentar