Media Sosial Bisa Bikin Depresi, Kenali 5 Faktor Pemicunya

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:24 WIB
Media Sosial Bisa Bikin Depresi, Kenali 5 Faktor Pemicunya
Ilustrasi Media Sosial (Medsos). [Shutterstock]

Suara.com - Media sosial telah menjadi semakin umum dengan sekitar 3,6 miliar pengguna di seluruh dunia. Jumlah tersebut bisa meningkat sampai 4,5 miliar pada tahun 2025.

Sayangnya banyak bukti menunjukkan bahwa media sosial dapat berkontribusi pada gejala depresi, terutama di antara populasi dengan usia muda.

Melansir dari Insider, media sosial tidak secara langsung menyebabkan depresi, tetapi dapat memfasilitasi kebiasaan yang menyebabkan depresi. "Media sosial berkontribusi pada hal-hal yang berkontribusi pada depresi," kata Lea Lis, MD, seorang psikiater bersertifikat dengan praktik klinis di Southampton, New York.

Dalam sebuah penelitian besar di Kanada tahun 2019 terhadap siswa kelas tujuh menemukan bahwa untuk setiap jam yang dihabiskan di media sosial, gejala depresi seperti merasa kesepian, sedih, dan putus asa semuanya meningkat secara signifikan.

Dilansir dari Insider, berikut adalah beberapa alasan mengapa peneliti dan psikolog menganggap media sosial dan depresi sangat erat kaitannya, antara lain:

1. Perasaan Terisolasi

Media sosial memang membuat orang terhubung dan mengkomunikasikan satu tren tertentu. Namun hal tersebut juga yang menyebabkan perasaan terisolasi dan menyebabkan rasa takut ketinggalan tren atau fear of missing out (FOMO).

"Anda menyaksikan orang lain bersama yang dapat meningkatkan perasaan kesepian, iri, merasa tersisih, dan terasing," kata Gail Saltz, MD, seorang profesor psikiatri di Sekolah Kedokteran Weill-Cornell Rumah Sakit Presbyterian New York.

Ilustrasi media sosial

baca juga
Ilustrasi media sosial

2. Keterusan Scroll

Media sosial membuat orang melakukan scroll yang secara tidak sadar akan membuat keterusan. Perilaku ini secara umum dikenal sebagai doomscrolling atau kebiasaan untuk terus membaca berita di internet meskipun itu membuat depresi, sedih atau mengecewakan.

Doomscrolling dapat semakin memperburuk pandangan Anda tentang dunia.

"Salah satu gejala depresi yang paling menyakitkan adalah keputusasaan. Jika Anda menonton lebih banyak berita daripada yang Anda butuhkan atau lebih memperhatikan konten negatif, maka ya, itu akan menyebabkan depresi," kata Aimee Daramus, PsyD, a psikolog klinis berlisensi yang berbasis di Chicago, IL.

3. Kurang Tidur

Sebuah studi tahun 2019 meneliti efek penggunaan media sosial pada tidur remaja berusia 13 hingga 15 tahun. Orang yang menghabiskan lebih dari lima jam sehari di media sosial 70 persen lebih mungkin tidur setelah pukul 11 malam. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Baru, Depresi Pasca Melahirkan Bisa Berlangsung Hingga Tiga Tahun

Temuan Baru, Depresi Pasca Melahirkan Bisa Berlangsung Hingga Tiga Tahun

Health | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 10:22 WIB

Masalah Otak hingga Jantung, Kenali Lima Dampak Stres pada Kesehatan

Masalah Otak hingga Jantung, Kenali Lima Dampak Stres pada Kesehatan

Health | Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:00 WIB

Meski Sudah Berubah, Isu Kesehatan Mental di Dunia K-Pop Masih Tabu

Meski Sudah Berubah, Isu Kesehatan Mental di Dunia K-Pop Masih Tabu

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:30 WIB

Terkini

Kakak Adik Asal Bangli Jadi Korban KMP Virgo Transport 8

Kakak Adik Asal Bangli Jadi Korban KMP Virgo Transport 8

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 10:01 WIB

Harga Emas Global Naik, HPE Emas Kembali Melonjak pada Paruh Kedua September

Harga Emas Global Naik, HPE Emas Kembali Melonjak pada Paruh Kedua September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:01 WIB

Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass

Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:00 WIB

Viral Diduga Ibu Pejabat Dikipasi Saat Makan di Acara Maulid bak Zaman Firaun, Netizen Sindir Telak

Viral Diduga Ibu Pejabat Dikipasi Saat Makan di Acara Maulid bak Zaman Firaun, Netizen Sindir Telak

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 09:56 WIB

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

×