Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku untuk Pantau Kerumunan Saat Liburan

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:25 WIB
Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku untuk Pantau Kerumunan Saat Liburan
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan mengunjungi Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Feri Purnama)

Suara.com - Libur Panjang atau cuti bersama saat ini diprediksi akan terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 lakukan terobosan baru dengan menggunakan sistem aplikasi monitoring perubahan perilaku yang diterapkan di 34 provinsi seluruh Indonesia. Aplikasi monitoring perubahan perilaku ini bertujuan untuk memotret titik kerumunan dengan didesain khusus yang secara keseluruhan melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, dan Duta Perubahan Perilaku.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah, mengatakan sistem aplikasi ini akan melihat titik kerumunan orang yang dilaporkan oleh petugas di lapangan. Selain itu, data masuk di dashboard tersebut dikumpulkan yang kemudian dilakukan analisa.

Petugas melaporkan kerumunan dan memasukkan data sekaligus foto. Misalnya kerumunan di pasar, mal, tempat wisata, dan tempat hiburan untuk memantau kepatuhan masyarakat yang terpantau rawan kerumunan.

“Aplikasi didesain khusus untuk petugas lapangan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Duta Perubahan Perilaku. Para petugas tersebut langsung entry angka, setelah itu dianalisis, dan keluar hasil,” ujar Dewi dalam penyataannya seperti dikutip dalam laman Satgas Covid-19, Jumat (30/10/2020).

Sistem aplikasi monitoring perubahan perilaku ini juga, kata dia, sudah menyatu (merging) dengan program perilaku pada Operasi Yustisi Satpol PP dan Kemendagri terkait laporan kegiatan pilkada akhir tahun ini.

“Aplikasi ini sementara baru sebatas untuk penggunaan android. Tapi nanti kami akan kembangkan dan berlakukan ke yang lain,” jelasnya.

Selain itu, Satgas Covid-19 juga menggunakan Duta Perubahan Perilaku. Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Dr. Sonny Harry B. Harmadi menerangkan jumlah Duta Perubahan Perilaku saat ini telah mencapai 17.223 orang.

Duta Perubahan Perilaku ini merupakan mahasiswa-mahasiswi yang bertugas mendatangi tokoh-tokoh masyarakat, rumah warga, komunitas, pesantren, kantor, dan rumah makan. Mereka akan melakukan sosialisasi perubahan perilaku dengan target spesifik untuk perubahan saat masa pandemi.

“Mereka juga melaporkan hasil. Mereka juga harus jadi teladan. Mereka juga monitor kerumunan agar semua itu yang dilakukan guna menekan angka kasus Covid-19 ini,” tutur Sonny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penting, Ini Syarat dan Ketentuan Liburan ke Ragunan

Penting, Ini Syarat dan Ketentuan Liburan ke Ragunan

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:13 WIB

Warga DKI Diimbau Kembali ke Jakarta Sebelum 1 November, Ini Alasannya

Warga DKI Diimbau Kembali ke Jakarta Sebelum 1 November, Ini Alasannya

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:43 WIB

Libur Panjang Ditengah Pandemi, Wisatawan Padati TMII

Libur Panjang Ditengah Pandemi, Wisatawan Padati TMII

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:08 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB