Kasus Covid-19 di China Masih Bertambah, Terbanyak dari Xinjiang

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 03 November 2020 | 15:07 WIB
Kasus Covid-19 di China Masih Bertambah, Terbanyak dari Xinjiang
Kashgar di wilayah Xinjiang barat China. (AFP/Greg Baker)

Suara.com - China masih melaporkan kenaikan jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa terakhir.

Dilansir ANTARA, China melaporkan 49 kasus tambahan Covid-19 pada 2 November, naik dari jumlah 24 kasus pada hari sebelumnya, seperti dilaporkan otoritas kesehatan nasional China, Selasa (3/11/2020).

Komisi Kesehatan Nasional China menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa 44 dari 49 kasus baru Covid-19 tersebut merupakan kasus infeksi impor yang berasal dari luar negeri.

Komisi tersebut juga melaporkan 61 kasus baru Covid-19 tanpa gejala, dibandingkan dengan 30 kasus sehari sebelumnya.

Dari total kasus baru tanpa gejala, 13 kasus berasal dari wilayah Xinjiang barat laut. Pihak berwenang di wilayah tersebut melakukan pengujian skala besar setelah munculnya wabah Covid-19 baru-baru ini.

China tidak mengklasifikasikan pasien tanpa gejala sebagai kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di China sekarang mencapai 86.070, sementara jumlah korban jiwa tetap tidak berubah, yakni 4.634 orang.

Harapan Pada Vaksin Covid-19

Sementara itu, harapan baru datang dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh China.

Baca Juga: Vaksinolog: Keamanan Vaksin Covid-19 Tak Bisa Ditawar

Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) mengklaim vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Institute of Microbiology aman bagi manusia sebagaimana hasil uji klinis oleh lembaga tersebut.

Hasil uji coba fase I dan fase II telah menghasilkan keamanan dan kesehatan bagi orang yang menerima suntikan vaksin serta tidak ditemukan efek samping yang serius, demikian pernyataan Institute of Microbiology, lembaga di bawah CAS, dikutip media setempat, Senin (2/11/2020).

Institute of Microbiology bekerja sama dengan Congqing Zhifei Biological Products Co Ltd telah mendapatkan izin mengembangkan vaksin COVID-19 dari Badan Produk Medis Nasional China (NMPA) pada 19 Juni.

Para peneliti mulai melakukan uji coba klinis pada 23 Juni untuk memastikan vaksin tersebut aman diberikan kepada manusia.

Para relawan yang bersedia menerima suntikan vaksin tersebut berusia 18-59 tahun yang berasal dari Beijing, Chongqing, dan Hunan.

Mereka menerima suntikan di rumah sakit di Beijing dan Chongqing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI