Ekstrak Lidah Buaya Bisa Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2, Begini Caranya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 04 November 2020 | 15:14 WIB
Ekstrak Lidah Buaya Bisa Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2, Begini Caranya!
Lidah buaya (Pixabay/marcegaral)

Suara.com - Diabetes tipe 2 salah satu kondisi yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh tidak bisa memproduksi cukup insulin.

Insulin adalah hormon yang mengatur gula darah, jenis gula utama yang ditemukan dalam darah dan diperoleh dari makanan.

Gula darah ini bertugas memasok energi dan nutrisi ke sel-sel. Tapi, memiliki terlalu banyak dalam tubuh bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Kadar gula darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah yang memasok organ vital dan memicu komplikasi kesehatan berbahaya, seperti penyakit jantung.

Tanpa efek moderat insulin, seseorang dengan diabetes tipe 2 harus mencari cara alternatif untuk mengontrol kadar gulanya.

Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)
Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)

Pada kondisi ini, diet memegang kunci penting untuk mengontrol gula darah. Ada pula sejumlah herbal yang terbukti bisa menurunkan kadar gula darah, yakni lidah buaya.

Studi tahun 2015 dilansir dari Express, menemukan lidah buaya bisa menurunkan kadar glukosa darah pada orang yang berisiko menderita diabetes tipe 2 atau pra-diabetes.

Carolina Goncalves, apoteker pengawas di Pharmica, mengatakan pre-diabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari yang seharusnya. Tapi, kondisi ini belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes.

Menurut Carolina, lidah buaya bermanfaat bagi penderita pra-diabetes karena merangsang produksi insulin di pankreas, yang membantu tubuh untuk mengontrol kadar gula darah.

"Sebuah penelitian dari tahun 2011 menemukan bahwa dosis 2.000 mg lidah buaya secara substansial bisa mengurangi kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2," jelasnya.

Meski begitu, efeknya masih tidak sekuat metformin 1.000 mg dosis obat yang sering diresepkan untuk penderita diabetes tipe 2.

Carolina menambahkan studi tersebut juga menunjukkan lidah buaya bisa mengurangi kadar kolesterol jahat dan trigliserida. Anda bisa merasakan manfaatnya dengan mengonsumsi lidah buaya selama 4 hingga 8 minggu dibandingkan mereka yang menggunakan plasebo.

Sama halnya dengan kadar gula darah tinggi, kolesterol jahat dan trigliserida adalah zat yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Sering BAB di Malam Hari, Bisa Jadi Gejala Diabetes Tipe 2!

Waspada Sering BAB di Malam Hari, Bisa Jadi Gejala Diabetes Tipe 2!

Health | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:13 WIB

Awas, Penumpukan Plak di Gigi Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2

Awas, Penumpukan Plak di Gigi Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2

Health | Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:10 WIB

Mengenal Kacang Polong Keriput, Efektif Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Mengenal Kacang Polong Keriput, Efektif Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:19 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB