Awas, Penumpukan Plak di Gigi Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2

Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:10 WIB
Awas, Penumpukan Plak di Gigi Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2
Ilustrasi gigi. (Pixabay/Peter Kasprzyk)

Suara.com - Gula adalah sumber energi penting yang memberikan nutrisi bagi tubuh. Tapi, kada gula darah yang terlalu tinggi bisa menyebabkan diabetes tipe 2.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh yang memasok darah ke organ vital. Alhasil meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Karena, diabetes memengaruhi kemampuan seseorang untuk memproses gula. Semua makanan yang dikonsumsi akan diubah menjadi gula dan digunakan untuk energi.

Pada diabetes tipe 2, tubuh akan berhenti merespons insulin yang mengakibatkan kadar gula darah tinggi. Kondisinya bisa menyebabkan masalah pada mata, saraf, ginjal, jantung dan bagian tubuh lainnya.

Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala. Tapi, penumpukan plak di gigi bisa menjadi tanda awal kadar gula darah terlalu tinggi.

Ilustrasi diabetes (shutterstock)
Ilustrasi diabetes (shutterstock)

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney disease, glukosa hadir dalam air liur, yakni cairan di mulut yang membuatnya basah.

"Ketika diabetes tidak terkontrol, kadar glukosa tinggi dalam air liur membantu pertumbuhan bakteri berbahaya," kata National Institute Diabetes and Digestive and Kidney disease dikutip dari Express.

Kemudian, bakteri ini akan bergabung dengan makanan untuk membentuk lapisan lengket yang disebut plak. Plak juga bisa berasal dari makanan yang mengandung gula dan pati.

Beberapa jenis plak bisa menyebabkan gigi berlubang. Jenis plak lainnya bisa menyebabkan penyakit gusi dan bau mulut.

Baca Juga: Hasil Positif Palsu pada Tes Virus Corona Memiliki Dampak Serius

"Plak yang tidak dibuang ini nantinya bisa mengeras seiring waktu dan berubah menjadi karang gigi, terkumpul di atas garis gusi," jelasnya.

Kondisi ini juga membuat Anda kesulitan menyikat dan membersihkan sela-sela gigi. Jika gusi sudah mulai merah, bengkak dan mudah berdarah, maka itu tanda gusi tidak sehat atau meradang.

Jika radang gusi tak segera diobati, maka bisa berkembang menjadi penyakit gusi yang disebut periodontitis.

Pada periodontitis, gusi terlepas dari gigi dan membentuk ruang yang disebut kantong dan perlahan-lahan akan terinfeksi.

Guna mengurangi risiko masalah gigi, dokter biasanya akan menyarakan pasien memantau kadar gula darah secara teratur dan mengikuti instruksinya.

Semakin baik Anda mengontrol gula darah, maka kecil kemungkinannya terkena gingivitis dan masalah gigi lainnya. Selain itu, gosok gigi di pagi hari, malam hari dan setelah makan atau ngemil.

Para ahli juga menyarankan untuk menggunakan sikat gigi dan pasta gigi berbulu lembut yang mengandung fluorida. Tujuannya, menghindari penggosokan yang kuat atau kasar karena bisa mengiritasi gusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI