Mengenal Kacang Polong Keriput, Efektif Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:19 WIB
Mengenal Kacang Polong Keriput, Efektif Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2
Kacang polong keriput. (Elements Envato)

Suara.com - Kacang polong memang terkenal baik untuk kesehatan. Tapi yang unik, jika kacang polong dibiarkan dan dikeringkan hingga keriput, bisa lebih bermanfaat lagi untuk mengontrol gula dalam darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Fakta ini didapatkan dari hasil penelitian di Inggris, yang menemukan wrinkled peas atau kacang polong keriput bisa mencegah naiknya gula dalam darah setelah makan.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi dimana gula dalam darah melebihi nilai normal. Kondisi ini disebabkan hormon insulin yang tidak bisa bekerja normal, untuk mengubah gula menjadi energi.

Mngonsumsi kacang polong keriput, baik yang dimakan utuh atau ditumbuk menjadi tepung kacang polong, bisa mengatasi epidemi diabetes tipe 2 yang sedang melanda dunia, seperti diwartakan Dailymail, Selasa (27/10/2020).

Kacang polong keriput mengandung pati resisten yang lebih banyak daripada kacang polong biasa yang ada di supermarket. Dengan pati resisten, tubuh akan butuh waktu lebih banyak untuk bisa mengolahnya, sehingga kacang polong keriput ini akan dicerna di usus besar dan bukan di usus kecil.

Pati resisten adalah sejenis karbohidrat yang menahan agar makanan tidak dicerna usus besar, tapi difermentasi dan diolah di usus besar. Saat karbohidrat terfermentasi, maka ia berubah menjadi serat yang berfungsi sebagai prebiotik atau bakteri baik di usus.

Dengan pati resisten yang diolah lebih lambat di tubuh, maka ia akan lebih lambat masuk ke aliran darah, sehingga kadar gula dalam darah menjadi lebih stabil dan tidak melonjak drastis meski setelah makan sekalipun.

Dalam penelitian ini, eksperimen dilakukan dengan memberi makan sukarelawan, yang di dalamnya terkandung 50 gram kacang polong keriput, baik kacang polong keriput olahan atau yang sudah dimakan utuh.

Para peneliti juga menambahkan molekul pelacak kacang polong, sehingga peneliti bisa tahu bagaimana kacang tersebut diserap oleh saluran cerna manusia. Kacang polong keriput diberikan kepada 25 sukarelawan yang mengonsumsinya selama empat minggu.

Peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan kacang polong halus, ternyata kacang polong keriput mencegah 'lonjakan gula' baik saat dikonsumsi utuh atau dalam bentuk tepung yang dimasukkan ke dalam makanan campuran.

"Studi ini telah menunjukkan kepada kita bahwa dengan menyiapkan kacang polong ini dengan cara tertentu, kita dapat mengurangi lonjakan gula darah lebih lanjut, membuka kemungkinan baru untuk membuat makanan yang lebih sehat menggunakan teknik pemrosesan makanan yang terkontrol, '' kata penulis studi Profesor Pete Wilde dari Quadram Institute di Norfolk.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa terdapat manfaat yang signifikan bagi mikrobiota usus - komunitas mikroorganisme di saluran pencernaan kita - karena proses fermentasi yang berlangsung di sana.

Para peneliti sekarang merencanakan uji coba lebih lanjut yang melibatkan relawan dengan diabetes tipe 2 tahap awal.

"Ini berpotensi menjadi kebijakan bahwa makanan harus mengandung sejumlah pati resisten untuk mengatasi diabetes tipe 2 dan penyakit metabolik lainnya," kata Profesor Claire Domoney di John Innes Center di Norfolk.

Profesor Tom Sanders dari King's College London, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menekankan bahwa obesitas dan kurangnya aktivitas fisik adalah penyebab utama diabetes tipe 2 yang dapat dicegah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Abaikan Gatal di Selangkangan, Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2

Jangan Abaikan Gatal di Selangkangan, Bisa Jadi Tanda Diabetes Tipe 2

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:06 WIB

Minum Teh Jenis Ini Tiap Pagi, Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Minum Teh Jenis Ini Tiap Pagi, Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 12:11 WIB

Atasi Diabetes Tipe 2, Makan 5 Jenis Sayuran Ini Setiap Hari!

Atasi Diabetes Tipe 2, Makan 5 Jenis Sayuran Ini Setiap Hari!

Health | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 13:50 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB