Studi JAMA: Pasien Asimptomatik Tetap Bisa Alami Kerusakan Jantung

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 06 November 2020 | 08:59 WIB
Studi JAMA: Pasien Asimptomatik Tetap Bisa Alami Kerusakan Jantung
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang muda yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala atau asimptomatik tetap berpotensi mengalami masalah jantung. Hal ini disebabkan karena adanya pengembangan peradangan yang berpotensi bahaya pada jantung.

Merlansir dari Medicalxpress, penelitian tersebut telah diterbitkan pada JAMA Cardiology.

Partho Sengupta yang merupakan Profesor Cardiology dan kepala Cardiology Division Chief and Director of Cardiac Imaging, West Virginia University menyatakan bahwa peradangan yang berbahaya pada jantung sering ditemukan pada anak muda tanpa gejala Covid-19.

"Mendeteksi kerusakan berkelanjutan pada otot jantung itu sendiri, kami sering menemukan bukti peradangan dan kelebihan cairan di perikardium, kantung di sekitar jantung," catat Sengupta pada The Conversation.

"Hampir semua dari 54 siswa yang diuji memiliki Covid-19 dengan gejala ringan atau tidak menunjukkan gejala," imbuhnya.

Sengupta sedang mengembangkan teknik diagnostik untuk menilai perubahan fungsi otot jantung pada pasien dengan Covid-19. Dalam penelitian yang dirilis pada 4 November itu, ia dan rekan penelitinya menemukan bukti kelainan jantung pada lebih dari sepertiga atlet pelajar yang dites positif Covid-19 dan menjalani pemeriksaan jantung di West Virginia University.

"Masih banyak yang belum kita ketahui tentang Covid-19 dan pengaruhnya terhadap tubuh manusia," kata Sengupta.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Menurut Sengupta, SARS-CoV-2 virus corona penyebab Covid-19, dapat menyebabkan serangkaian kerusakan termasuk memicu respons peradangan pada otot jantung dan jaringan di saat tubuh berusaha melawannya. Sebanyak 1 dari 8 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami beberapa bentuk kerusakan jantung.

"Yang paling kami khawatirkan dengan atlet kompetitif adalah apakah virus dapat masuk ke otot jantung dan memicu miokarditis, peradangan otot jantung yang jarang terjadi yang dapat disebabkan oleh infeksi virus," catat Sengupta.

Miokarditis dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah dan menyebabkan aritmia. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gagal jantung mendadak pada atlet yang tampak sehat.

Di antara atlet pelajar yang diskrining, 40 persen mengalami peningkatan perikardial yang menunjukkan peradangan pada kantung pelindung jantung. Sementara 58 persen mengalami efusi perikardial yang menunjukkan kelebihan cairan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Anggur Merah Ternyata Ampuh Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Minum Anggur Merah Ternyata Ampuh Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Bali | Jum'at, 06 November 2020 | 08:19 WIB

Disiplin Protokol Kesehatan, 25 Tahanan Polres Gowa Jalani Rapid Test

Disiplin Protokol Kesehatan, 25 Tahanan Polres Gowa Jalani Rapid Test

Sulsel | Jum'at, 06 November 2020 | 06:59 WIB

Klaster Perkantoran Muncul Lagi, Ini Kata Dinkes Sleman

Klaster Perkantoran Muncul Lagi, Ini Kata Dinkes Sleman

Jogja | Jum'at, 06 November 2020 | 06:55 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB