Pola Makan Buruk Pengaruhi Tinggi Badan Anak, Bisa Lebih Pendek 20cm!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 06 November 2020 | 15:04 WIB
Pola Makan Buruk Pengaruhi Tinggi Badan Anak, Bisa Lebih Pendek 20cm!
Ilustrasi orangtua sedang mengukur tinggi badan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Pelacakan perubahan tinggi dan berat badan anak di seluruh dunia dari waktu ke waktu adalah hal penting. Sebab, hal ini dapat mencerminkan kualitas nutrisi yang tersedia dan seberapa sehat lingkungannya, menurut peneliti dari Imperial College London, Inggris.

Peneliti menganalisis lebih dari 65 juta anak dan remaja berusia lima hingga 19 tahun, dalam 2000 lebih penelitian pada 1985 hingga 2019.

Mereka menemukan pada 2019, rata-rata anak dan remaja di barat laut dan Eropa tengah adalah yang tertinggi di dunia. Sedangkan kelompok usia 19 tahun dengan rata-rata terpendek tinggal di Asia Selatan dan Tenggara, Amerika Latin, serta Afrika Timur.

Dari analisis ini, mereka juga menemukan anak-anak dan remaja dengan pola makan buruk memiliki selisih tinggi badan hingga 20 sentimeter, di antara negara dengan orang tertinggi dan terpendek, lapor BBC.

Studi ini juga menghitung indeks massa tubuh (IMT) anak-anak.

Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)
Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)

Mereka menemukan, remaja yang lebih tua dengan tingkat IMT tertinggi tinggal di Kepulauan Pasifik, Timur Tengah, AS dan Selandia Baru.

Sedangkan kelompok usia 19 tahun dengan tingkat IMT terendah berada di Asia Selatah, seperti India dan Bangladesh.

Peneliti memperkirakan perbedaan tingkat IMT di antara negara dengan angka IMT tertinggi dan terendah dalam penelitan ini mencapai sekitar 25 kilogram.

Di beberapa negara, anak-anak mencapai tingkat IMT yang sehat pada usia lima tahun, Tetapi kemungkinan besar akan mengalami kelebihan berat badan pada usia 19 tahun.

baca juga

Meski para peneliti mengakui genetika memainkan peran penting dalam tinggi dan berat badan masing-masing anak, tapi hal kesehatan seluruh populasi, nutrisi, dan lingkungan adalah kuncinya.

Prof Alan Dangour, dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, mengatakan ini adalah analisis yang unik dan kuat.

"Untuk pertama kalinya analisis global ini difokuskan pada pertumbuhan anak usia sekolah dan remaja serta mengidentifikasi bahwa pemerintah di seluruh dunia tidak berbuat cukup untuk memastikan apakah anak-anak di negaranya memasuki masa dewasa dengan kesehatan yang baik," tandas Dangour.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mengukur Sepeda sesuai Tinggi Badan

Cara Mengukur Sepeda sesuai Tinggi Badan

Infografis | Senin, 06 Juli 2020 | 20:00 WIB

Cara Memilih Sepeda Sesuai Tinggi Badan, yang Hobi Gowes Wajib Tahu!

Cara Memilih Sepeda Sesuai Tinggi Badan, yang Hobi Gowes Wajib Tahu!

News | Senin, 06 Juli 2020 | 19:26 WIB

Tinggi Badan Remaja Perempuan Lebih Cepat Naik daripada Lelaki, Kenapa?

Tinggi Badan Remaja Perempuan Lebih Cepat Naik daripada Lelaki, Kenapa?

Health | Minggu, 14 Juni 2020 | 19:22 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×