Cegah Diabetes, Berapa Harusnya Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 09 November 2020 | 13:30 WIB
Cegah Diabetes, Berapa Harusnya Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?
Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Diabetes adalah penyakit yang disebabkan gula darah tinggi dan bisa mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan lainnya, salah satunya stroke.

Karena itu, penting untuk mengetahui batas normal kadar gula darah dan indeks glikemik dalam tubuh untuk mencegah diabetes.

Gula darah atau glukosa merupakan sumber energi yang penting dan memberikan nutrisi ke organ tubuh, otot, dan sistem saraf Anda.

Tubuh mendapatkan glukosa ini dari makanan yang dikonsumsi, penyerapan dan penyimpanan yanng melibatkan usus kecil, hati dan pankreas.

Gula darah normal pada setiap orang bervariasi, tapi kisaran gula darah normal saat puasa atau 6 hingga 8 jam setelah makan adalah antara 70 dan 100 miligram per desiliter.

Ilustrasi makan (Pixabay/Michael Wave)
Ilustrasi makan (Pixabay/Michael Wave)

Bagi kebanyakan orang dilansir dari Live Science, kadar glukosa dalam darah meningkat setelah makan. Kisaran gula darah normal setelah makan antara 135 hingga 140 miligram per desiliter.

Variasi kadar gula darah ini, baik sebelum dan sesudah makan adalah normal dan mencerminkan cara glukosa diserap serta disimpan dalam tubuh.

Setelah Anda makan, tubuh akan memecah karbohidrat dalam makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, termasuk glukosa yang diserap oleh usus kecil.

Saat usus kecil menyerap glukosa, pankreas melepaskan insulin yang menstimulasi jaringan tubuh dan memetabolisme tubuh. Glukosa yang disimpan atau glikogen ini digunakan untuk menjaga kadar gula yang sehat di antara waktu makan.

Saat kadar glukosa turun di antara wkatu makan, tubuh akan mengeluarkan gula yang sangat dibutuhkan dari penyimpanan. Proses ini dimulai oleh pankreas, yang melepaskan hormon glukagon yang mendorong konversi gula dan disimpan di hati kembali.

Ketika tubuh tidak cukup glukosa yang disimpan untuk mempertahankan kadar gula darah normal, tubuh akan memproduksi glukosa sendiri dari sumber non-karbohidrat.

Proses inilah yang dikenal sebagai glukoneogenesis,. Meski begitu, terlalu banyak atau terlalu rendah glukosa dalam darah bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Kadar glukosa yang banyak dalam waktu lama (hiperglikemia) dapat menyebabkan kerusakan saraf, menurunkan resistensi terhadap infeksi serta penyakit jantung dan ginjal.

Di sisi lain, kekurangan glukosa dalam darah dalam waktu lama (hipoglikemia) dapat mempengaruhi fungsi otak, kelelahan, pingsan, mudah tersinggung, kejang dan kehilangan kesadaran.

Jika Anda memiliki diabetes, maka Anda harus mengetahui indeks glikemik dalam makanan sebagai acuan untuk mengendalikan kadar gula darah yang tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gatot Brajamusti Punya Riwayat Diabetes, Mungkinkah Jadi Pemicu Stroke?

Gatot Brajamusti Punya Riwayat Diabetes, Mungkinkah Jadi Pemicu Stroke?

Health | Senin, 09 November 2020 | 09:12 WIB

Bantu Produksi Insulin, 6 Pose Yoga Ini Wajib Dilakukan Penderita Diabetes

Bantu Produksi Insulin, 6 Pose Yoga Ini Wajib Dilakukan Penderita Diabetes

Riau | Sabtu, 07 November 2020 | 14:32 WIB

Ini yang Terjadi Jika Penderita Diabetes Alami Stres

Ini yang Terjadi Jika Penderita Diabetes Alami Stres

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2020 | 22:01 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB