alexametrics

Studi: Game Aksi Real-Time Seperti WoW Baik untuk Kemampuan Otak

Arendya Nariswari | Fita Nofiana
Studi: Game Aksi Real-Time Seperti WoW Baik untuk Kemampuan Otak
Warga bermain game Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) melalui telepon pintar di Jakarta, Rabu (19/6). [Suara.com/Oke Atmaja]

Sebuah studi menunjukkan bahwa game aksi real-time memiliki manfaat untuk kesehatan.

Suara.com - Meski sering kali dianggap buruk, namun bermain video game ternyata memiliki banyak manfaat. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa bermain video game dapat meningkatkan perkembangan kognitif seperti kepekaan terhadap kontras, koordinasi mata-ke-tangan yang lebih baik, dan memori yang lebih baik.

Melansir dari India Today, bermain video game aksi real-time strategi seperti Age of Empires, World of Warcraft, dan Total War yang dilakukan dengan perencanaan strategis, perhatian selektif, keterampilan sensorimotorik baik untuk otak.

Studi yang telah diterbitkan pada jurnal Frontiers in Human Neuroscience ini juga menunjukkan bahwa bermain game tersebut menyebabkan perubahan jangka panjang di otak dan mengarah pada peningkatan perhatian selektif visual temporal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa para pemain ahli game strategi real time memiliki pemrosesan informasi yang lebih cepat, mengalokasikan lebih banyak kekuatan kognitif dalam kemampuan rangsangan visual, serta mengalokasikan sumber daya kognitif.

Baca Juga: Mengenal Sapioseksual, Ketika Kecerdasan Seseorang Membuat Bergairah

World of Warcraft: Shadowlands. [Worldofwarcraft]
World of Warcraft: Shadowlands. [Worldofwarcraft]

"Hasil kami menunjukkan bahwa pengalaman jangka panjang dalam bermain game aksi strategi real-time mengarah pada peningkatan perhatian selektif visual temporal, pemain ahli menjadi lebih efektif dalam mendistribusikan sumber daya kognitif," kata rekan penulis Dr Weiyi Ma, Asisten Profesor dalam Perkembangan Manusia dan Ilmu Keluarga di Universitas Arkansas, Amerika Serikat.

"Kami menyimpulkan bahwa permainan semacam itu bisa menjadi alat yang ampuh untuk pelatihan kognitif," tambah Liu.

Untuk mempelajari pengaruh game pada perhatian selektif visual temporal, para peneliti memilih 38 relawan mahasiswa pria muda sehat dari University of Electronic Science and Technology China. 

Komentar