Ilmuwan Temukan Gen di Dalam Gen pada Virus Corona Jenis Baru, Apa Artinya?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 12 November 2020 | 12:58 WIB
Ilmuwan Temukan Gen di Dalam Gen pada Virus Corona Jenis Baru, Apa Artinya?
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Suara.com - Para peneliti menemukan gen misterius dalam kode genetik virus corona jenis baru, segmen yang hampir tersembunyi dari genom virus dan sebagian besar terabaikan hingga sekarang.

Gen yang baru diidentifikasi, ORF3d, merupakan contoh dari apa yang disebut gen tumpah tindih. Ini adalah sejenis 'gen di dalam gen' yang tersembunyi dalam untaian nukleotida.

"Dalam hal ukuran genom, SARS-CoV-2 dan kerabatnya termasuk di antara virus RNA terpanjang yang ada," jelas ahli bioinformatika Chase Nelson dari Museum Sejarah Alam Amerika, dilansir dari Live Science.

Artinya, tambah Nelson, virus corona lebih rentan membuat 'tipu daya genom' daripada virus RNA lainnya.

Selama ini para ilmuwan berlomba memahami sebanyak mungkin tentang SARS-CoV-2. Sementara beberapa aspek dari susunan genetiknya telah dijelaskan, masih banyak hal yang belum diketahui.

Penampakan SARS-CoV-2 di saluran pernapasan (New England Journal of Medicine)
Penampakan SARS-CoV-2 di saluran pernapasan (New England Journal of Medicine)

"Gen tumpang tindih ini menempatkan kita pada risiko mengabaikan aspel penting biologi virus. Gen ini mungkin menjadi salah satu 'gudang' di mana virus corona telah berevolusi untuk bereplikasi, menggagalkan kekebalan tubuh, atau menularkan diri mereka," sambungnya.

Setelah gen baru ini ditemukan, peneliti harus mempelajari mengapa ORF3d ada di sana, bersembunyi dalam genom dan menutupi gen lain.

Memindai melalui database genom, para peneliti menemukan gen tersebut telah diidentifikasi sebelumnya, tetapi hanya dalam satu varian virus corona yang memengaruhi trenggiling (ditemukan di Guangxi, China).

Peneliti mengatakan, berdasarkan penelitian darah sebelumnya dengan pasien Covid-19, bahwa ORF3d memang memperoleh respons antibodi yang kuat.

baca juga

"Kami belum mengetahui fungsinya atau apakah ada signifikansi klinis. Kami memperkirakan gen ini relatif tidak mungkin dideteksi oleh respons sel-T, berbeda dengan respons antibodi. Dan mungkin itu ada hubungannya dengan bagaimana gen itu bisa muncul," kata Nelson.

Pada virus yang baru memiliki sekitar 15 gen yang diketahui, penemuan satu lagi, apalagi gen yang tumpang tindih, merupakan perkembangan yang signifikan. Sekarang, ilmuwan berusaha mempelajari gen baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nobel Kimia: Dua Perempuan Penemu Gunting Genetik yang Mencetak Sejarah

Nobel Kimia: Dua Perempuan Penemu Gunting Genetik yang Mencetak Sejarah

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 10:14 WIB

Penyakit Genetik Langka Sebenernya Bisa Dicegah, Lalu Apa Masalahnya?

Penyakit Genetik Langka Sebenernya Bisa Dicegah, Lalu Apa Masalahnya?

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 16:12 WIB

Ilmuwan AS: Cacat Genetik Bisa Membuat Seseorang Sakit Covid-19 Parah

Ilmuwan AS: Cacat Genetik Bisa Membuat Seseorang Sakit Covid-19 Parah

Health | Jum'at, 25 September 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Apa Perbedaan Lip Mask Emina Hijau dan Pink? Kenali Varian hingga Kandungannya

Apa Perbedaan Lip Mask Emina Hijau dan Pink? Kenali Varian hingga Kandungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Penyegar Wajah Ovale yang Cocok untuk Kulit Kusam, Begini Cara Pakainya

Penyegar Wajah Ovale yang Cocok untuk Kulit Kusam, Begini Cara Pakainya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Cara Lapor Kecurangan dan Kendala TKA 2026 ke Posko Pengaduan Ombudsman RI

Cara Lapor Kecurangan dan Kendala TKA 2026 ke Posko Pengaduan Ombudsman RI

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:14 WIB

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

×