Anak Kedua Raditya Dika Sakit Kuning, Seberapa Berbahaya Untuk Bayi?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 12 November 2020 | 20:53 WIB
Anak Kedua Raditya Dika Sakit Kuning, Seberapa Berbahaya Untuk Bayi?
Raditya Dika dan istri, Annisa Aziza. [Instagram]

Suara.com - Anak kedua Raditya Dika harus masuk rumah sakit lantaran mengalami sakit kuning. Suami aktris Anissa Aziza itu bercerita kalau anaknya mengalami kelebihan kadar bilirubin hingga 18,9 mg/dL. 

Radit mengatakan bahwa anaknya, Aksara Asa Nasution, masih dalam kondisi biasa saja saat digendong dalam perjalanan ke rumah sakit. Hanya saja usai diperiksa dokter, penulis sekaligus komedian itu terkejut bahwa anaknya yang baru berusia beberapa hari itu kelebihan bilirubin.

"Udah kuning bahkan sebenarnya mukanya," kata Radit dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Kamis (12/11/2020).

DRadit mengungkapkan, bahwa dokter yang melakukan pemeriksaan juga cukup kaget dengan kondisi bilirubin Aksara. Sebab diinformasikan bahwa kadar normal bilirubin bayi baru lahir seharusnya 12 mg/dL. Jika kadarnya mencapai 20 mg/dL lebih maka bisa menyebabkan bayi kejang dan berdampak pada otak. 

Anak Raditya Dika sakit kuning. (DOk: YouTube/Raditya Dika)
Anak Raditya Dika sakit kuning. (DOk: YouTube/Raditya Dika)

"Dokter cuma nyampein gitu doang. Ini kayanya kita harus di fototerapi, disinar. Karena kalau di atas 20 takutnya jadi bahaya juga. Ngomongnya cuma gitu doang," katanya. 

Radit menyampaikan bahwa anaknya pun akhirnya mendapat perawatan dengan double sinar biru. Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, anak Radit dan Anissa pun dibolehkan pulang karena kadar bilirubinnya telah normal. 

Penyakit kuning sebenarnya memang lazim dialami bayi yang baru lahir. Dikutip dari Alodokter, kondisi bayi kuning ditandai dengan kulit dan bagian putih mata berwarna kuning. 

Tanda lainnya, urin berwarna kuning pekat. Padahal seharusnya urin bayi baru lahir tidak berwarna. Selain itu, tinja berwarna pucat serta telapak tangan dan kaki yang menguning.

Kondisi kuning itu terjadi karena bayi memiliki kelebihan bilirubin (unsur kuning) pada darahnya. Bayi baru lahir memiliki kadar sel darah yang tinggi sehingga memicu produksi bilirubin. 

Bilirubin sendiri terbentuk ketika sel-sel darah merah yang tua dihancurkan. Sebenarnya bayi telah memiliki bilirubin sejak berada dalam kandungan. Namun saat itu tubuh si ibu mengeluarkan bilirubin untuk bayi melalui plasenta. Setelah lahir bayi tidak bisa melakukannya karena organ hati bayi belum berkembang dengan sempurna. 

Hal ini menghambat proses pembuangan bilirubin yang seharusnya dikeluarkan saat buang air kecil dan besar. Kondisi ini disebut penyakit kuning fisiologis. 

Bayi umumnya akan mulai menguning sekitar 24 jam setelah lahir dan akan memburuk empat hari kemudian. Setelah itu kembali membaik ketika berusia sekitar satu minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Berusia 2 Hari, Bayi Raditya Dika Langsung Dapat Kado Saham Bluechip

Baru Berusia 2 Hari, Bayi Raditya Dika Langsung Dapat Kado Saham Bluechip

Entertainment | Sabtu, 07 November 2020 | 08:00 WIB

Kocak! Raditya Dika Diskusi Pilpres AS Bersama Anaknya, Sampai Kecapekan

Kocak! Raditya Dika Diskusi Pilpres AS Bersama Anaknya, Sampai Kecapekan

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2020 | 10:55 WIB

Raditya Dika Ajak Bayinya Bahas Pilpres AS, Komentar Ari Lasso Disorot

Raditya Dika Ajak Bayinya Bahas Pilpres AS, Komentar Ari Lasso Disorot

Entertainment | Kamis, 05 November 2020 | 19:47 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB