Pandemi Covid-19 Bikin Angka Stunting Meningkat, Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 13 November 2020 | 07:57 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Angka Stunting Meningkat, Kok Bisa?
Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada penyakit kesehatan. Tapi juga akan berpengaruh pada pertumbuhan anak, khususnya terhadap program penurunan angka stunting, di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam sebuah wawancara, baru-baru ini, Medical Director for Nutrition Abbott in Asia Pasific, Dr. Jose Rodolfo Dimaano, Jr, bahwa kondisi pandemi yang diikuti oleh resesi ekonomi memiliki konsekuensi salah satunya pada asupan nutrisi dan juga kesehatan anak.

"Dalam era pandemi ini banyak orangtua yang memiliki keterbatasan penghasilan, pemasukannya berkuran dan mereka kehilangan pekerjaan," kata Jose.

Selain itu, dalam kondisi pandemi, tingkat stres orangtua dalam membesarkan anak juga cenderung bertambah. Hal ini karena mereka, terutama perempuan, dibebankan dengan berbagai peran, baik sebagai orangtua maupun guru. Dengan begitu nantinya akan berdampak pada kebutuhan nutrisi yang didapatkan oleh anak.

Infogradis Stunting (P2PTM Kemenkes RI)
Infogradis Stunting (P2PTM Kemenkes RI)

"Food insecurity adalah masalah besar bagi sebagian wilayah, terlebih bagi masyarakat miskin, ini akan memiliki dampak negatif dalam jangka panjang, yakni dalam hitungan bulan atau tahun," kata Jose.

Hal ini karena sedikitnnya akses untuk mendapatkan bahan makanan bernutrisi bagi anak. Kondisi ini, lanjut Jose, tentu menjadi tantangan bagi pemerintah, maupun kita semua.

"Untuk bisa mengakses ini semua dengan keterbatasan finansial, kita perlu memprioritaskan yang asupan tidak mahal tapi punya positif impact, itu sama halnya dengan memilih makan yang bernutrisi dibanding makanan yang tidak dibutuhkan, ujar Jose.

Lebih jauh, situasi pandemi ini sebetulnya bisa jadi momen positif bagi orangtua dan anak dalam meningkatkan bonding.

"Kita harus membuat semua interaksi positif membatasi screen time, tidak hanya fokus pada tablet, mereka harus memastikan makan benar dan berolahraga, itu tanggung jawab orangtua pada anak. Karena kita sekarang berinteraski hampir 24 jam penuh," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingatkan Pentingnya Waktu Bermain Bersama Anak, IKEA Gelar Kampanye Ini

Ingatkan Pentingnya Waktu Bermain Bersama Anak, IKEA Gelar Kampanye Ini

Press Release | Kamis, 12 November 2020 | 21:22 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Turki Larang Warganya Merokok di Tempat Umum

Kasus Covid-19 Melonjak, Turki Larang Warganya Merokok di Tempat Umum

News | Kamis, 12 November 2020 | 19:45 WIB

Videografis: Menjaga Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Covid-19

Videografis: Menjaga Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Covid-19

Video | Jum'at, 13 November 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB