Amankah Vaksin Pfizer Virus Corona untuk Ibu Hamil? Ini Kata Ahli!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 13 November 2020 | 08:27 WIB
Amankah Vaksin Pfizer Virus Corona untuk Ibu Hamil? Ini Kata Ahli!
Ibu hamil (Unsplash)

Suara.com - Baru-baru ini, vaksin Pfizer telah dibuktikan mampu mencegah orang tertular virus corona Covid-19 sebesar 90 persen. Kabar yang menggembirakan ini pun seolah memberi angin segar di tengah pandemi virus corona.

Tapi, vaksin virus corona ini masih harus melalui beberapa proses pengembangan, sebelum akhirnya tersedia dalam jumlah banyak dan distribusikan ke masyarakat umum.

Rintangan yang harus dilalui termasuk berbagai uji coba keamanan dan pengaruh vaksin Pfizer pada orang yang menerimanya.

Para ahli dari Universitas Johns Hopkins di Baltimore, salah satu lembaga peneliti medis terkemuka dunia, mengatakan data khusus penggunaan vaksin Pfizer pada wanita hamil akan segera rilis.

Ruth Karron, Ruth Faden dan Carleigh Krubiner, pemimpin Penelitian Etika Kehamilan untuk vaksin, epidemi dan teknologi baru ini pun telah menjelaskan arti vaksin virus bagi wanita hamil.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

"Ketika vaksin virus pertama tersedia, kecil kemungkinannya akan ada bukti keberhasilan percobaan pada wanita hamil," jelas mereka dikutip dari Express.

Mereka memiliki beberapa wawasan mengenai keterkaitan wanita hamil dalam uji coba kemanjuran vaksin virus corona. Tapi, mereka mengatakan masih kecil kemungkinannya wanita hamil menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin.

Para peneliti menambahkan, mereka yang memutuskan pemberian vaksin harus mempertimbangkan risiko vaksinasi dan tidak. Namun, ini akhirnya juga tergantung pada gambaran para ahli kesehatan.

"Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah kami akan memiliki lebih banyak data tentang efek virus corona bagi pada kehamilan di awal 2021," jelasnya.

baca juga

Bukti tersebut dianggap penting karena bisa memberi tahu peneliti dan para ahli mengenai risikonya. Jika virus menimbulkan risiko besar bagi wanita hamil, maka kemungkinan wanita hamil akan menjadi kelompok pertama yang akan menerima vaksin.

"Pengambil keputusan harus selalu mempertimbangkan risiko vaksinasi dibandingkan dengan risiko tidak divaksinasi terhadap penyakit yang bisa menyebabkan bahaya serius," jelasnya.

Para peneliti pun berharap segera mendapatkan gambaran jelas mengenai vaksin ini di awal tahun depan. Mengingat vaksin belum selesai uji coba dan berbagai sertifikasi, jadi belum tahu seberapa aman vaksin virus corona ini pada ibu hamil.

Peneliti ingin memastikan vaksin virus corona ini aman untuk ibu hamil, seperti vaksin lainnya. Vaksin batuk rejan dan flu termasuk vaksin yang aman dan memberi perlindungan pada ibu hamil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona, Vaksin Pfizer Masih Hadapi 5 Tantangan!

Terbukti Ampuh Lawan Virus Corona, Vaksin Pfizer Masih Hadapi 5 Tantangan!

Health | Kamis, 12 November 2020 | 13:01 WIB

Hentikan Penyebaran Virus Corona dari Cerpelai, Inggris Lakukan Langkah Ini

Hentikan Penyebaran Virus Corona dari Cerpelai, Inggris Lakukan Langkah Ini

Health | Selasa, 10 November 2020 | 09:08 WIB

Peneliti Oxford Sebut Virus Corona Tingkatkan Risiko Masalah Kejiwaan

Peneliti Oxford Sebut Virus Corona Tingkatkan Risiko Masalah Kejiwaan

Health | Selasa, 10 November 2020 | 08:33 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB